Suara.com - Ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin dan sang ibu. Selain itu, selama masa kehamilan, bumil juga sebaiknya menghindari makanan tertentu, karena janin yang sedang berkembang dalam rahim cenderung lebih rentan terhadap bakteri.
Bukan hanya janin, sistem imun tubuh ibu hamil pun mengalami perubahan, menjadi lebih rentan akan keracunan serta kuman dan bakteri pada makanan. Bila terjadi keluhan pada pencernaan dapat menyebabkan komplikasi, mulai dari dehidrasi sampai risiko keguguran.
Lantas, makanan apa saja yang harus dihindari selama kehamilan? Berikut ulasannya setelah ditinjau dr Nina Amelia Gunawan, Konsultan Meet Doctor.
1. Telur mentah
Telur mentah atau yang tidak dimasak hingga benar-benar matang bisa jadi terkontaminasi oleh salmonella. Infeksi oleh kuman jenis ini dapat menyebabkan timbulnya demam, muntah dan diare.
2. Sushi
Sushi atau sashimi yang terbuat dari ikan mentah sebaiknya dihindari selama kehamilan, karena dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit akibat parasit. Jika ingin mengonsumsi sushi, pastikan Anda hanya mengonsumsi sushi yang diolah secara matang. Begitu pun dengan daging, ketika akan mengonsumsi steak, pastikan tingkat kematangan daging dalam level well done.
3. Jus dan susu yang belum terpasteurisasi
Berbagai jenis jus dan susu yang tidak melalui proses pasteurisasi, berisiko terkontaminasi oleh bakteri dan racun, sehingga konsumsi jenis makanan ini sebaiknya dihindari. Biasakan selalu membaca kemasan minuman yang Anda beli.
4. Beberapa jenis ikan
Ikan memang mengandung omega-3 yang baik untuk perkembangan otak bayi, namun tidak semuanya boleh dikonsumsi saat hamil. Beberapa jenis ikan laut diketahui mengandung methyl-merkuri, golongan zat polutan, yang dapat mengganggu perkembangan sistem saraf janin. Berdasarkan rekomendasi yang diterbitkan oleh FDA, jumlah konsumsi ikan yang direkomendasikan sebaiknya tidak melebihi 12 ons per minggu.
5. Kafein
Hingga kini,sebenarnya masih terdapat kontroversi mengenai keamanan konsumsi kafein selama kehamilan. Namun, jumlah kafein yang dikonsumsi selama kehamilan disarankan tidak melebihi 300 mg per hari atau setara dengan 2-3 cangkir kopi.
6. Makanan kaya kandungan nitrat
Nitrat merupakan zat tambahan yang umumnya terdapat dalam produk olahan daging seperti sosis dan bacon, yang diduga terkait dengan peningkatan risiko terjadinya tumor otak dan diabetes. Meskipun masih dilakukan penelitian lebih lanjut, tidak ada salahnya jika Anda mengurangi konsumsi jenis makanan tersebut, karena nilai gizinya yang tidak terlalu tinggi.
Selain dalam produk olahan daging, kandungan nitrat juga terdapat dalam minuman bersoda. Jenis minuman ini tidak direkomendasikan dikonsumsi selama kehamilan, karena kandungan pemanis buatan (sakarin) di dalamnya dapat menembus plasenta, serta rendahnya kandungan gizi.
Tag
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026