- Primaya Hospital Tangerang meluncurkan Poliklinik Eksekutif sebagai solusi layanan medis terpadu bagi profesional.
- Layanan eksekutif ini menawarkan efisiensi waktu dan kenyamanan, menjawab kebutuhan masyarakat urban modern.
- Fasilitas baru ini membawa standar akreditasi JCI ke dalam negeri, didukung teknologi medis presisi terkini.
Suara.com - Selama bertahun-tahun, terbang ke luar negeri menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat urban yang ingin melakukan cek kesehatan. Alasannya klasik: keinginan akan efisiensi waktu, kenyamanan ruang, hingga pelayanan yang terasa lebih personal dan privat.
Namun, seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang serba cepat, standar layanan medis di dalam negeri kini telah bertransformasi total untuk menjawab ekspektasi tersebut.
Fenomena ini melahirkan tren baru di mana layanan kesehatan eksekutif kian diminati. Para profesional dengan mobilitas tinggi tidak lagi hanya mencari kesembuhan, tetapi juga pengalaman perawatan yang menghargai waktu produktif mereka.
Menjawab dinamika tersebut, Primaya Hospital Tangerang menghadirkan Poliklinik Eksekutif, sebuah solusi medis berkonsep one-stop service yang dirancang untuk mereka yang mengutamakan kenyamanan tanpa kompromi.
Transformasi Standar Global di Dekat Rumah
Kehadiran layanan ini menjadi jawaban bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya agar tidak perlu lagi melintasi batas negara demi mendapatkan standar medis internasional. Sebagai rumah sakit yang telah mengantongi akreditasi Joint Commission International (JCI) sejak 2014, Primaya Hospital Tangerang membawa kualitas pelayanan global tersebut ke dalam ruang-ruang poliklinik yang lebih eksklusif.
Direktur Primaya Hospital Tangerang, dr. Putri Syam, B.Med.Sc., MARS., MM, menjelaskan bahwa pengembangan ini selaras dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan preventif.
“Kami melihat ini sebagai momentum untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya lengkap secara klinis, tetapi juga relevan dengan pola hidup masyarakat Tangerang. Poliklinik Eksekutif menjadi bagian dari transformasi kami agar rumah sakit hadir lebih efisien seiring meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan preventif,” ujarnya.
Efisiensi bagi Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Baca Juga: Kasatgas Tito Pastikan Layanan Kesehatan di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen
Bagi masyarakat urban, waktu adalah aset yang paling berharga. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,37 persen pada 2025 mencerminkan tingginya produktivitas di kawasan ini. Poliklinik Eksekutif hadir untuk memastikan bahwa urusan kesehatan tidak menjadi hambatan bagi aktivitas tersebut.
Layanan ini menawarkan ekosistem medis yang terintegrasi dalam satu area ( one-stop service ). Pasien mendapatkan keuntungan berupa waktu tunggu yang singkat melalui sistem janji temu yang fleksibel, ruang konsultasi personal yang menjamin privasi dan kenyamanan, hingga akses prioritas ke dokter spesialis serta fasilitas diagnostik tanpa harus berpindah-pindah lokasi.
Apresiasi terhadap langkah ini juga datang dari Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.AP, yang menekankan pentingnya layanan yang relevan dengan zaman.
“Kehadiran poliklinik eksekutif memperkaya pilihan layanan kesehatan di Banten agar semakin komprehensif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern,” ungkapnya.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar tentang kemewahan fisik, melainkan tentang kualitas pengalaman pasien.
“Mutu layanan tidak hanya diukur dari kecanggihan medis, tetapi juga bagaimana pasien merasakan setiap prosesnya,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak