Suara.com - Kita semua pasti telah mengetahui bahwa air susu ibu (ASI) memiliki sejuta manfaat bagi bayi. Dan baru-baru ini, manfaat lainnya datang dari sebuah studi baru, yang mengklaim bahwa menyusui juga dapat mengurangi kemungkinan gangguan perilaku tertentu pada anak-anak.
Penelitian ini sebenarnya bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman hidup bayi, selama beberapa tahun pertama terhadap penentuan perilakunya secara umum.
Gangguan tertentu yang berhubungan dengan perilaku, seperti dilansir Boldsky umumnya terjadi ketika anak masih sangat kecil dan hal ini juga dapat terjadi hingga mereka dewasa. Beberapa gangguan bisa membuat seorang anak menjadi agresif, gelisah, bahkan melakukan kekerasan yang mengarah pada kesehatan mental yang buruk di kemudian hari.
Dan, para peneliti mengatakan bahwa bayi yang mendapatkam ASI selama tahun pertama, memiliki kesempatan lebih sedikit terkena gangguan perilaku saat mereka tumbuh.
Ketika peneliti membandingkan perilaku anak yang menyusui dengan anak-anak lain yang tidak, mereka pun lebih lanjut mengetahui tentang aspek ini.
Selain itu, durasi juga memainkan peran yang sangat penting dalam hal ini. Berapa lama bayi disusui? Apakah hanya beberapa bulan atau lebih dari satu tahun? Efek positif dari menyusui dapat dilihat jika bayi disusui selama lebih dari 6 bulan selama tahun pertama.
Perilaku gangguan tertentu dapat membuat seorang anak menjadi agresif dan antisosial. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan hubungan sosialnya hingga dewasa.
Para peneliti juga mengatakan bahwa anak-anak yang ibunya memiliki tingkat stres tinggi atau masalah kesehatan mental tertentu, juga dapat berpengaruh para perilaku anak saat tumbuh dewasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh