Suara.com - Pakar nutrisi Keri Glassman MS, RD mengatakan secara teknis, setiap makanan yang tidak langsung dimakan dari pohon atau sumber aslinya, melainkan harus diproses lebih dulu, dinamakan makanan yang diproses atau makanan olahan (processed food).
Ini berarti sereal dan roti sarapan Anda termasuk makanan olahan. Bebas dari makanan olahan memang cukup sulit karena kita tidak selalu bisa mengakses makanan segar langsung dari pohon.
Yang bisa Anda lakukan adalah memilih makanan dengan pemrosesan seminim mungkin dan bebas dari zat-zat khas makanan yang highly processed seperti bahan pengawet, gula kimia dan sodium berlebihan.
Jika Anda bisa membebaskan diri dari makanan-makanan seperti itu, maka dilansir dari Meet Doctor setelah ditinjau oleh dr. Deffy Leksani Anggar Sari, tubuh akan menuai beberapa manfaat sebagai berikut:
1. Sakit kepala berkurang
"Bahan makanan olahan seperti MSG, nitrat dan nitrit sering menyebabkan migrain," kata Tanya Zuckerbot, RD, CEO dan penulis buku The F-Factor Diet. Makan makanan yang mengandung zat-zat tersebut bisa memicu sakit kepala dalam waktu 20 menit.
2. Kualitas tidur lebih baik
Junk food sebelum tidur Anda bisa menganggu kenyeyakkan tidur Anda. "Karbohidrat olahan seperti kue, pretzel, dan es krim akan membuat gula darah Anda melonjak," kata Zuckerbot. Tengah malam, sangat mungkin kadar gula darah Anda akan turun dan membuat perut kelaparan sehingga Anda terbangun mencari-cari camilan.
3. Pencernaan lebih nyaman
"Makanan olahan dapat menyebabkan gas di dalam perut yang akhirnya menyebabkan kembung dan diare," kata Glassman. Sodium yang umum terdapat dalam makanan olahan akan membuat tubuh menahan air dan terasa bengkak. Sebaliknya, jika Anda makan makanan sumber serat seperti buah dan sayur segar, bukan saja Anda akan merasa kenyang lebih lama, tapi juga serat membantu mengeluarkan racun dari dalam sistem pencernaan Anda.
4. Kulit lebih halus
Dua musuh terbesar kulit Anda adalah gula dan peradangan. "Gula dan karbohidrat olahan menyebabkan insulin melonjak," kata Zuckerbot. Ini menyebabkan produksi minyak menjadi berlebihan dan memicu jerawat.
5. Lebih berenergi
Ketika insulin naik dan turun dengan cepat akibat makanan berkadar gula tinggi, tak heran tubuh menjadi lemas dan cepat lelah. Menghindari makanan terlalu manis akan mengatasinya sehingga Anda menjadi lebih berenergi.
6. Kekebalan tubuh meningkat
Ketika Anda mengganti makanan olahan dengan makanan utuh (misalnya gandum utuh), terutama yang mengandung prebiotik dan probiotik, seperti yogurt, berarti Anda mengasup lebih banyak nutrisi dan antioksidan yang pada gilirannya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kata Zuckerbot.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli