Suara.com - Pakar sosial dan pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat, Dr Erianjoni menyampaikan bahwa anak usia dini harus dihindarkan dari permainan game pada telepon genggam untuk mencegah sikap antisosial.
"Game pada telepon genggam lebih banyak mengandung unsur kekerasan dan pornografi, sehingga tidak baik bagi perkembangan sosial anak," katanya di Padang, Kamis (11/8/2016).
Selain itu, dia menyebutkan, game bagaikan narkoba modern yang bisa mengakibatkan kecanduan pada penggunanya sehingga bisa membunuh kreativitas anak untuk ke depannya. Ditambahkannya, melalui game juga bisa merusak karakter anak sehingga nantinya anak bisa menjadi pribadi yang individualis, egois, kurang komunikasi, dan memiliki sikap anti sosial lainnya.
Menurut dia, pada usia tersebut seharusnya anak belajar dari lingkungan, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka bisa memperoleh figur yang bisa diteladaninya. Ia menyarankan kepada orang tua apabila ingin mengenalkan teknologi pada anak usia dini lebih baik mereka dialihkan dengan memperlihatkan video yang bersifat edukatif sehingga bisa melatih verbal dan motoriknya.
"Permainan modern sejenis puzzle juga lebih bagus dan tepat," ujarnya.
Selain itu, dia mengharapkan, agar orang tua selalu bisa mengawasi dan menghindari anak dari game yang bersifat individualis.
"Jangan membiasakan menaruh telepon genggam di tempat yang mudah dijangkau oleh anak," ucap dia. (Antara)
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak