Suara.com - Tanya:
Selamat siang Dokter,
Mama saya mengalami ketombe yang sangat mengganggu dalam waktu yang cukup lama. setiap disisir pasti mengakibatkan ketombe ikut jatuh. Apakah ada pengobatan yang tepat untuk Mama saya, Dok? Terima kasih.
HL
Jawab:
Selamat siang Saudara HL,
Ketombe (pitriasis capitis) merupakan kelainan berupa pelepasan sel-sel kulit kepala yang sudah mati dan kotoran dari pori-pori kulit kepala dalam jumlah berlebihan yang berbentuk serpihan lembut berwarna perak keabu-abuan, kadang disertai rasa gatal.
Penyebab utamanya akibat pertumbuhan abnormal jamur genus Malassezia yang sebenarnya merupakan flora normal di kulit kepala. Jarang keramas juga bisa menjadi penyebab.
Selain itu ketombe juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti produksi minyak di kulit kepala berlebihan diakibatkan hormon, dan usia pubertas, kurang gizi dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah untuk melawan flora patogen sehingga perkembangan jamur di kulit kepala semakin pesat, terlalu banyak menggunakan produk yang mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit kepala dan lain-lain.
Untuk menghilangkan ketombe dapat menggunakan shampoo khusus untuk rambut berketombe atau shampoo yang mengandung sellenium sulfida atau ketokenazol shampoo.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.
Dijawab oleh: dr. Shabrina Izzati
Sumber: https://meetdoctor.com/
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia