Suara.com - Tanya:
Selamat malam Dokter,
Saya penderita asma dan menyukai olahraga. Semenjak cedera kaki, saya beralih olah raga dari badminton ke jalan cepat hampir setiap hari selama 30 menit dan berenang 2 kali sepekan. Yang menjadi masalah adalah setelah berenang saya sering bersin-bersin, disertai ingus yang bening. Biasanya saya terpaksa minum obat untuk menghentikan bersin ini. Apa penyebab bersin-bersin tersebut dan bagaimana mengatasinya? Mohon bantuannya untuk mengatasi masalah ini, Dok. Terima kasih.
VG
Jawab:
Selamat malam saudari VG,
Bersin-bersin setelah berenang biasanya disebabkan iritasi mukosa hidung oleh benda asing atau zat kimia. Proses alergi misalnya di kolam berenang sekitarnya banyak serbuk bunga, suhu dingin post berenang (terkadang pencetus alergi tidak dapat diketahui) dan sebagainya.
Untuk sementara Anda dapat mencoba menggunakan penjepit hidung yang banyak dijual di pasaran saat berenang untuk mencegah air kolam berenang, masuk ke dalam hidung. Lainnya Anda dapat memeriksakan diri ke dokter THT untuk melihat apakah gejala bersin-bersin disebabkan oleh alergi atau bukan.
Dokter dapat memberikan obat minum, atau semprot hidung steroid untuk mengurangi alergi.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.
Dijawab oleh: dr. Andre Sugiyono
Sumber: https://meetdoctor.com/
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini