Suara.com - Adalah seorang fotografer asal Swedia bernama Lennart Nilsson yang menghabiskan 10 tahun hidupnya hanya untuk mengambil gambar perkembangan janin di dalam rahim.
Hebatnya, Nilsson berhasil mendapatkan gambar yang paling tepat dengan bantuan cystoscope, yakni sebuah alat medis yang digunakan untuk memeriksa bagian dalam kandung kemih.
Saat itu, ia memasang kamera bersamaan dengan lampu kecil untuk mengambil dan merekam ribuan foto embrio dalam rahim. Alhasil, Nilsson menghasilkan sesuatu yang benar-benar luar biasa.
Foto tersebut diambil dari janin manusia pertama kali pada tahun 1957.
Berikut foto-foto proses pembuahan di dalam rahim selama 9 bulan seperti dilansir Brightside:
1. Sperma Tuba Falopi
Sperma bergerak sepanjang tuba falopi menuju sel telur.
2. Sel telur
Sel telur merupakan sel reproduksi yang dihasilkan dari ovarium pada organisme berjenis kelamin betina.
3. Sperma Memasuki Sel Telur
Sperma bertemu dengan sel telur.
4. Dua Sperma Menghubungi Sel Telur
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya