Keju memiliki citarasa asin selama ini dihindari penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, karena persepsi banyak orang bahwa olahan susu bisa menyebabkan tekanan darah semakin melonjak.
Tapi anggapan tersebut telah dibantah oleh sebuah penelitian terkini yang dilakukan tim Pennsylvania State University. Peneliti menemukan, mengonsumsi keju efektif menurunkan tekanan darah karena kandungan natrium di dalamnya.
Natrium sendiri telah diteliti dapat melindungi tubuh dari risiko mengidap penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi. Selain itu, antioksidan di dalam keju juga dapat mengontrol peningkatan tekanan darah.
"Kami menemukan bahwa ketika responden mengonsumsi banyak keju, pembuluh darah menjadi lebih lancar sehingga peningkatan tekanan darah dapat dihindari," kata Anna Stanhewicz, peneliti utama di Pennsylvania State University.
Melalui temuan ini, peneliti meluruskan rekomendasi diet yang selama ini menganjurkan untuk membatasi konsumsi makanan mengandung natrium atau garam.
Namun kenyataannya, natrium pada keju dapat memiliki efek positif untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
"Banyak orang mengasosiasikan konsumsi makanan asin dengan risiko penyakit kardiovaskular, namun temuan kami mendapati bahwa keju bisa memberi efek positif bagi kesehatan sistem kardiovaskular Anda," pungkas Anna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital