Suara.com - Tak terasa, pergantian tahun sudah di depan mata. Resolusi demi resolusi pun dipanjatkan oleh semua orang di dunia untuk menyambut tahun yang baru.
Satu dari beberapa resolusi yang mungkin dipanjatkan setiap orang adalah ingin berumur panjang pada 2017. Penelitian menunjukkan bahwa kunci umur yang panjang bergantung pada kebiasaan yang dilakukan orang setiap hari.
Kebiasaan hidup yang sehat tentu akan mengantarkan seseorang pada kesehatan fisik, mental dan emosional yang lebih baik. Dilansir oleh laman Medical Daily, berikut adalah lima tips yang harus dilakukan pada 2017 agar Anda panjang umur.
1. Terus optimis
Sikap optimis tak hanya mengantarkan seseorang pada gerbang kesuksesan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology menemukan bahwa perempuan yang optimis memiliki risiko yang lebih rendah mengidap berbagai penyakit kronis seperti kanker, jantung, stroke dan gangguan pernapasan, dibandingkan perempuan yang pesimis.
Para peneliti percaya bahwa semakin optimis seseorang maka semakin besar kemungkinannya untuk mengadopsi hidup sehat. Peneliti berspekulasi, sifat optimistik membuat seseorang hidup lebih panjang karena terhindar dari berbagai penyakit.
2. Menjalani diet ala Jepang
Masyarakat Jepang dianggap memiliki tingkat harapan hidup tertinggi ketiga karena beberapa alasan. Peneliti berpendapat bahwa diet masyarakat Jepang yang banyak mengonsumsi ikan, buah dan sayuran menjadi alasannya. Studi yang dipublikasikan pada Maret lalu di Tokyo menemukan bahwa masyarakat Jepang memiliki risiko 15 persen lebih rendah meninggal karena penyakit kronis.
3. Konsumsi keju
Studi pada November lalu menemukan bahwa konsumsi keju secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Peneliti percaya, hasil fermentasi produk susu termasuk keju dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal yang berdampak pada penurunan risiko penyakit jantung koroner.
4. Berolahraga badminton secara rutin
Studi yang dilakukan tim peneliti Oxford menemukan manfaat dibalik olahraga badminton yang dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit apapun sebesar 47 persen. Namun secara keseluruhan, peneliti menekankan bahwa jenis olahraga apapun dapat berdampak positif bagi kesehatan.
5. Membaca Buku
Membaca buku memiliki manfaat yang signifikan untuk kelangsungan hidup Anda. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Social Science & Medicine menemukan bahwa orang yang membaca buku 3.5 jam seminggu mengalami penurunan risiko kematian sebanyak 17 persen.
"Meluangkan waktu untuk membaca buku dapat membawa manfaat yang signifikan bagi kesehatan Anda," ujar Becca R. Levy, peneliti dari Yale University.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!