Suara.com - Sunat selama ini identik dengan kaum Adam, tapi ada pula yang menganggap bahwa sunat juga bisa dilakukan pada perempuan.
Sebenarnya, adakah manfaatnya jika perempuan disunat? Dokter Spesialis Bedah Saraf Mahdian Nur Nasution dari Rumah Sunatan mengatakan bahwa sunat pada perempuan saat masih berusia bayi juga mendatangkan manfaat kesehatan.
"Tapi memang manfaat medisnya tidak sebesar manfaat sunat pada kaum lelaki," ujarnya pada temu media belum lama ini.
Meski memiliki sebutan yang sama, Mahdian mengatakan bahwa sunat pada lelaki dan perempuan berbeda. Jika pada laki-laki kulup atau kulit ujung penis dibuang, maka sunat pada perempuan dilakukan dengan membuka selaput klitoris pada organ kemaluannya.
"Jadi, kalau pada perempuan selaput klitoris dibuka untuk dibersihkan. Sehingga kalau buang air kecil tidak ada kotoran yang menumpuk di organ intim," tambah dia.
Pasalnya, kotoran yang menumpuk pada organ kemaluan dapat memicu timbulnya rasa gatal dan bau tak sedap, yang mengganggu perempuan menjalankan aktivitasnya.
Ia pun mengimbau agar sunat pada perempuan dilakukan saat bayi baru lahir sehingga tidak mengganggu psikologisnya jika dilakukan saat masa kanak-kanak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini