Pesawat yang bergerak saat cepat saat lepas landas dan mendarat dirasakan penumpang di dalamnya, hal itu kerap membuat sebagian penumpang merasa mual dan pusing setelahnya.
Menurut literatur, kondisi tak enak badan setelah melakukan perjalanan udara kerap disebut motion sickness. Dilansir dari laman Menshealth, berikut adalah beberapa alasan mengapa kondisi tersebut menyerang setelah seseorang melakukan perjalanan udara.
1. Kulit kering karena perbedaan tekanan udara
Tekanan udara pada ketinggian 35 ribu kaki diatas permukaan tanah berbeda dengan kondisi saat berada di daratan. Itu sebabnya hal ini turut mempengaruhi kondisi kulit yang mengarah pada kering.
Kulit dan mata yang kering selama berada di pesawat dapat menjadi serangan empuk bagi kuman untuk menginfeksi seseorang.
Oleh karena itu Anda harus menjaga kelembapan kulit dengan mengonsumsi cukup air selama berada di pesawat dan menggunakan krim lotion.
2. Gravitasi membuat kaki terasa kebas
Ketika Anda duduk di dalam pesawat selama berjam-jam, gravitasi menyebabkan rasa kebas di area kaki dan membuat seseorang merasa tidak nyaman. Untuk mencegah kondisi ini, sempatkanlah untuk meregangkan kaki Anda selama duduk atau berjalanlah di koridor pesawat.
Baca Juga: FPI: Habib Rizieq Tokoh Besar Abad Ini
3. Tekanan udara di pesawat memicu mual dan kembung
Tekanan udara dalam pesawat yang jauh lebih rendah dibandingkan di darat, dapat memicu udara masuk ke dalam usus dan menyebabkan kembung hingga mual.
Rasa tak nyaman ini bisa diminimalisir jika Anda tak mengonsumsi beberapa makanan pemicu kembung sebelum menaiki pesawat, antara lain brokoli dan kacang-kacangan.
4. Jadwal transit membuat Anda kelelahan
Ketika perjalanan Anda mengharuskan adanya transit beberapa kali, tentu hal ini dapat memicu rasa lelah dan kantuk yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menghindari kondisi ini adalah untuk tetap tidur sebisa mungkin selama berada di pesawat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern