Suara.com - Kita semua tahu bahwa tubuh merupakan tempat berkembang biak segala macam bakteri dan kuman. Itu sebabnya, seseorang dianjurkan untuk mandi dua kali sehari demi membasmi bakteri dan kuman.
Meski sudah membasuh tubuh dengan air dan sabun saat mandi, ada beberapa bagian tubuh yang mendapat julukan paling kotor selain anus yang bersentuhan dengan feses. Menurut penelitian, ada sekitar 615 bakteri yang bermukim di 9 bagian tubuh ini, sehingga menjadi lokasi paling kotor.
Penasaran dimana saja letak 9 bagian tubuh itu? Berikut ulasannya seperti dilansir laman Boldsky.
1. Mulut
Ya, tentu Anda tak pernah membayangkan bahwa setiap harinya ratusan bakteri berkumpul di mulut. Apalagi mulut merupakan tempat masuknya makanan favorit Anda setiap hari. Tapi penelitian menunjukkan bahwa ada sekitar 600 jenis bakteri yang hidup di mulut.
2. Ketiak
Ketiak identik dengan bau yang berasal dari keringat yang mengendap di sana. Tapi tahukah Anda bahwa ketiak merupakan tempat paling kotor di tubuh karena menjadi tempat sekitar 80 ribu bakteri. Itu sebabnya ketiak harus dibersihkan dengan sabun antibakteri untuk membasminya.
3. Telinga
Telinga menyimpan kotoran yang sebenarnya melindungi telinga dari berbagai bakteri. Namun, tentu saja jika Anda membersihkan telinga dengan cotton bud, maka Anda akan menemukan kotoran berwarna kekuningan yang menjijikkan.
Baca Juga: Usai Polisikan Ahok Soal Fitsa Hats, Novel: Saya Dituduh Malu
4. Lidah
Lidah merupakan rumah bakteri yang berada di mulut. Lidah yang penuh dengan bakteri ditandai dengan adanya bercak keputihan. Jadi, Anda harus selalu membersihkan lidah dengan pembersih khusus setelah menggosok gigi.
5. Kuku
Kuku yang ada di jari tangan dan kaki Anda merupakan salah satu bagian yang paling kotor dari tubuh manusia. Kulit di bawah kuku mengandung beberapa bakteri yang mematikan sehingga Anda harus senantiasa mencuci tangan setelah dan sebelum beraktivitas.
6. Kulit kepala
Gatal di kulit kepala tidak hanya disebabkan oleh ketombe tapi juga karena bakteri yang bercampur dengan kotoran di kulit kepala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem