Suara.com - Kita tentu menyadari bahwa menjaga kebersihan telinga sangat penting dilakukan. Tapi jangan terlalu sering membersihkan telinga dengan 'cotton bud'.
Menurut para ahli, kebiasan ini dapat menyebabkan cedera pada telinga dan membuang kotoran yang ternyata memiliki manfaat. Adanya kotoran dalam telinga tak selalu berarti jorok, karena kotoran telinga mengandung sifat anti bakteri yang dapat mencegah beberapa jenis infeksi.
Bahkan, kotoran telinga juga bisa mengusir serangga yang mungkin tertarik menyusup ke dalam lubang telinga Anda. Kotoran telinga juga dapat menjadi pelumas rongga dalam indra pendengaran ini agar tak kering dan gatal.
Lalu apa jadinya jika Anda membuang kotoran telinga dengan menggunakan 'cotton bud'? Hal ini bisa membuat gendang telinga Anda pecah yang memicu gangguan pendengaran.
Padahal, telinga kita memiliki kemampuan membuang kotoran telinga dengan sendirinya. Gerakan otot di wajah membantu telinga mengeluarkan kotoran telinga dalam bentuk cairan.
Begitu pula ketika Anda menguap, berbicara atau tertawa, maka seketika itu pula kotoran dalam telinga Anda dikeluarkan. Jadi, ada alasan untuk tak membersihkan telinga terlalu sering dengan 'cotton bud', ya! [Boldsky]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif