Suara.com - Jangan anggap enteng jika Anda merasakan nyeri di bagian pinggang. Pasalnya, nyeri di bagian tersebut bisa menjadi tanda batu ginjal.
Dan, menurut dr. Marto Sugiono, Sp.U dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, batu ginjal yang dibiarkan bisa berisiko kanker dan gagal ginjal. Inilah yang menjadi alasan mengapa deteksi dini amat penting untuk dilakukan.
"Setahun sekali harus cek fungsi ginjal, cek asam urat, cek urine lengkap," jelasnya pada temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Selasa (14/3/2017).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa nyeri pinggang sering dianggap sebagai gangguan di bagian sendi atau tulang. Padahal kondisi ini juga bisa menjadi gejala dari endapan kristal di saluran kemih atau juga disebut batu ginjal.
"Biasanya batu ginjal terjadi, karena pola hidup. Kurang konsumsi air putih, dan makanan yang tinggi protein seperti daging, dan rendah konsumsi sayur dan buah sehingga memicu endapan kristal yang menumpuk dan mengeras seperti batu," ujarnya pada temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Selasa (14/3/2017).
Rasa nyeri akibat batu ginjal biasanya muncul ketika endapan kristal berukuran besar sekitar 5 mm lari ke saluran kemih sehingga memicu otot halus untuk kontraksi. Namun jika endapan kristal masih berukuran kecil keluhan nyeri biasanya belum muncul.
Untuk itulah Marto mengimbau untuk melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan USG dan cek urine lengkap minimal setahun sekali. Sedangkan pencegahan bisa dilakukan dengan mencukupi kebutuhan air putih 2.5 liter setiap hari, melakukan aktivitas fisik, dan memperbanyak asupan sayur dan buah setiap hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini