Suara.com - High heels atau alas kaki hak tinggi memang dapat membuat kaki tampak lebih jenjang memanjang dan perempuan yang 'pendek' menjadi lebih tinggi beberapa cm.
Tetapi, memakai sepatu hak tinggi setiap hari ternyata bisa memberikan malapetaka pada kesehatan.
Menurut Stuart Metcalfe, seorang ahli bedah konsultan Podiatric di Rumah Sakit Spire Parkway di Solihull, mengatakan, memakai sepatu dengan hak tinggi bisa menyebabkan penyakit sehari-hari seperti nyeri punggung dan bahkan keseleo pada pergelangan kaki.
Dalam artikel yang dipublikasikan oleh Dailymail.co.uk, Stuart Metcalfe berbagi apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika seseorang memakai sepatu hak tinggi dan membuat kita berpikir dua kali untuk mengenakannya sehari-hari.
Dimulai dari: Sakit Punggung
1. Sakit Punggung
Saat memakai sepatu hak tinggi, tubuh harus mengkompensasi dengan cara menjaga keseimbangan karena beban akan digeser dan berat di depan.
Pergeseran tekanan ini akan menyebabkan otot sendi pinggul dan tulang belakang untuk menjadi lebih tegang. Akibatnya, dapat mengembangkan nyeri punggung dan ketegangan pada otot.
2. Tendon Achilles Memendek
Sebuah efek jangka panjang yang serius dari memakai sepatu hak tinggi secara terus menerus adalah pemendekan tendon achilles atau tendon besar yang berada di belakang pergelangan kaki.
Perubahan permanen ini dapat memiliki konsekuensi serius lainnya dikemudian hari. Hal ini berarti, jika kita ingin berjalan bertelanjang kaki atau memakai flat, tendon achilles akan terasa ketat dan mungkin mengalami rasa sakit di sekitar kaki.
3. Sakit Pada Kaki Depan (Metatatsalgia)
Karena bentuknya, sepatu hak tinggi mendorong berat seluruh badan ke depan tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa jumlah tekanan ekstra pada bola kaki terkait dengan tinggi tumit.
Seiring waktu, tekanan abnormal pada bola kaki dapat mengakibatkan kondisi yang menyakitkan seperti kapalan, neuromas dan bursitis.
4. Terkilir
Ketika memakai sepatu flat dapat membuat berat badan tersebar merata antara bola kaki hingga tumit.
Namun, jika menggunakan high heels atau hak tinggi membuat ketidakseimbangan antara tumit dan pergelangan kaki yang dipaksa menumpuk pada titik tumpu yang sama.
Karena pergelangan kaki tidak dibangun untuk mendapat tekanan semacam itu, maka jatuh dan pergelangan kaki menjadi bengkok karena terkilir merupakan sangat umum terjadi.
Hampir mustahil untuk menyempurnakan keseimbangan terutama jika tumit sangat tinggi, sehingga setiap benjolan kecil di trotoar bisa terasa seperti tumpukan bebatuan luar biasa.
5. Kuku Tumbuh ke Dalam
Mayoritas sepatu hak tinggi memiliki bentuk yang melancip ketika sebagian besar kaki orang lebih pada bentuk persegi.
Sudah tumit yang tinggi membuat beban tubuh berada di depan, ujung jari yang menjadi tumpuan dipaksa melancip.
Hal itu dapat dilihat bagaimana jari-jari kaki menjadi diperas karena tekanan konstan. Hal ini dapat menyebabkan kuku menjadi tumbuh didorong ke dalam daging di sekitar jari-jari kaki.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga