Suara.com - Serangan jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia dan biasanya berhubungan dengan gaya hidup yang tidak sehat, disertai dengan kurangnya aktivitas fisik.
Beberapa penelitian sebelumnya telah menemukan beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian serangan jantung antara lain riwayat keluarga, hipertensi, gaya hidup tak sehat, dan merokok.
Namun tahukah Anda bahwa golongan darah juga bisa memprediksi risiko serangan jantung di masa mendatang? Menurut penelitian, orang yang memiliki golongan darah A, B, dan AB, memiliki risiko mengidap serangan jantung sembilan persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang bergolongan darah O.
Alasannya, orang dengan golongan darah A, B dan AB memiliki konsentrasi protein penggumpal darah yang lebih besar yang menjadi faktor risiko utama serangan jantung.
Selain itu, mereka dengan kelompok darah non-O juga memiliki galectin-3 yang lebih tinggi, yakni jenis protein yang dapat meningkatkan pembengkakan jantung,
"Studi ini menunjukkan bahwa orang dengan kelompok darah non-O dikaitkan dengan 9 persen peningkatan risiko kejadian koroner dan 9 persen peningkatan risiko kejadian kardiovaskular," ujar peneliti utama Tessa Kole, dari The University Medical Center Groningen di Belanda dilanisr Zeenews.
Untuk mendapatkan temuan ini, tim melakukan meta-analisis pada kelompok darah O dan non-O dan jumlah kejadian serangan jantung yang dialami masing-masing golongan darah.
"Golongan darah harus dipertimbangkan sebagai faktor risiko untuk pencegahan penyakit kardiovaskular, selain kadar kolesterol, usia, jenis kelamin dan tekanan darah," imbau Kole.
Baca Juga: Bercinta Bisa Memicu Serangan Jantung?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya