Suara.com - Sebuah penelitian baru mengatakan, konsumsi alkohol dapat berakibat fatal bagi orang-orang dengan penghasilan rendah atau orang-orang yang dilanda kemiskinan. Kondisi ini dapat membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit atau kematian.
Penelitian yang dipublikasikan jurnal The Lancer Public Health di University of Glasgow, Inggris, menemukan bahwa ternyata ada kaitan antara status sosial ekonomi dan bahaya yang disebabkan oleh minum alkohol secara berlebihan.
Para peneliti juga menemukan, meskipun peningkatan konsumsi dikaitkan dengan bahaya ada pada semua kelompok sosial, namun tingkat bahaya lebih besar pada golongan ekonomi rendah.
Dikatakan, peminum berat dapat meningkatkan risiko hingga tujuh kali lipat dan seorang peminum berat di daerah tertinggal dapat mengalami peningkatan risiko hingga sebelas kali lipat.
"Studi kami menemukan bahwa masyarakat miskin berisiko lebih besar terhadap bahaya dampak alkohol pada kesehatan, tapi ini bukan karena minum lebih banyak atau lebih sering minum-minuman keras," papar peneliti dari University of Glasgow, Vittal Katikireddi.
"Kemiskinan dapat mengurangi ketahanan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bahaya alkohol," tambahnya. [Zeenews]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia