Suara.com - Telur merupakan sumber protein yang paling mudah diperoleh. Telur juga merupakan bahan yang bisa diolah menjadi beragam makanan, seperti omelet, cake, nasi goreng, dan lainnya.
Di balik harganya cukup terjangkau, dan kandungan nutrisi yang tinggi, adakah batasan mengonsumsi telur?
Ahli gizi Keri Gans, penulis buku 'The Small Change Diet' berpendapat, dua butir telur sehari sudah cukup untuk menambah asupan protein bagi tubuh.
Namun, Anda harus mewaspadai peningkatan kolesterol jika terlalu sering mengonsumsinya. Pasalnya, telur tinggi asam lemak jenuh.
"Telur merupakan makanan yang sehat, tapi Anda harus memisahkan antara kuning dan putih telur jika memiliki riwayat kolesterol yang tinggi," ujar dia.
Gans pun mengimbau masyarakat untuk memerhatikan cara penyajian telur. Gunakan minyak zaitun, garam, dan merica, serta tambahkan beberapa irisan sayuran hijau agar lebih sehat.
"Ada nutrisi tertentu dalam kuning telur yang tidak akan Anda temukan jika hanya memilih putih telur. Apalagi, semua vitamin yang larut dalam lemak ditemukan di kuning telur. Jadi, pastikan Anda menyiasatinya dengan campuran bahan makanan lain yang sehat," ungkap dia.
Intinya, menurut Gans, jumlah telur yang bisa Anda konsumsi tergantung pada jumlah kalori yang masuk dalam sehari. Jika Anda sudah mendapatkan banyak protein dari sumber makanan lain, maka jangan terlalu berlebihan mengonsumsi telur dalam sehari. (Prevention)
Baca Juga: Begini Lho Cara Membedakan Telur Ayam Asli dan Palsu!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat