Suara.com - Perbedaan antara "lemak baik" dan "lemak jahat" semakin buram setelah penelitian menunjukkan, konsumsi lemak sehat yang terlalu banyak dapat menyebabkan penyakit lemak hati atau fatty liver disease.
Lemak baik dapat ditemukan dalam minyak zaitun dan alpukat dan dikatakan dapat memberikan faktor risiko gangguan metabolisme seperti Tipe 2 Diabetes dan hipertensi.
"Kepercayaan di lapangan untuk beberapa waktu adalah bahwa (hanya) lemak jenuh yang buruk bagi hati," kata Caroline C. Duwaerts, seorang spesialis di University of California, San Francisco.
Dalam penelitian tersebut, Duwaerts dan rekan-rekannya menganalisis peran nutrisi berbeda dalam pengembangan penyakit lemak hati. Mereka memasangkan lemak jenuh atau tidak jenuh tunggal, dengan karbohidrat, sukrosa atau pati, untuk menciptakan empat diet berkalori tinggi yang berbeda.
Diet terdiri dari sekitar 40 persen karbohidrat, 40 persen lemak, dan 20 persen protein oleh kalori, rasio setara dengan makanan rata-rata di Amerika.
Empat kelompok dari 10 tikus kemudian diberi makan percobaan selama enam bulan, kemudian dibandingkan dengan tikus yang diberi makan biasa, yang jauh lebih rendah lemaknya.
Hasilnya menunjukkan, semua tikus pada makanan percobaan mengalami obesitas pada akhir enam bulan, dan semuanya mengembangkan beberapa tingkat penyakit lemak hati.
Hal yang mengejutkan para peneliti, tikus pada diet lemak tak jenuh tunggal pasti memiliki penyakit paling parah, mengumpulkan lemak hati 40 persen lebih banyak daripada tikus pada tiga makanan lainnya.
Hati mereka membengkak dengan berat ekstra dan, bila dilihat di bawah mikroskop, tampak penuh dengan gumpalan lemak. Selain itu, para peneliti melihat bahwa tikus-tikus ini kehilangan lemak di sekitar testis mereka, di mana area tubuh tersebut biasanya digunakan untuk penyimpanan lemak.
Ketika peneliti memeriksa jaringan lemak viseral ini, mereka melihat tingkat kematian sel yang tidak biasa dan tanda-tanda peradangan.
Karena itu, masukan minyak zaitun pada salad secukupnya saja. Kebiasaan sehari-hari untuk mengguyur basah kuyup salad dengan minyak zaitun bisa menjadi perhatian khusus, kata Duwaerts. Umumnya, lemak tak jenuh dianggap perlu dan bermanfaat bagi kesehatan, termasuk jantung dan otak.
Namun, temuan baru dari penelitian tersebut mengatakan sebaliknya. Terlalu banyak lemak sehat dapat memicu risiko kesehatan. Penelitian ini telah dipublikasikan di Cellular and Molecular Gastroenterology and Hepatology dikutip Suara.com dari Zeenews.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak