Suara.com - Saat benda asing masuk ke mata, kebanyakan orang akan langsung tahu karena terasa tidak nyaman. Mata bisa kemasukan bulu mata, partikel debu, atau pasir kecil.
Selain sangat menyakitkan, benda asing pada mata juga dapat membuat Anda berisiko terkena infeksi. Bila hal ini terjadi, apa yang sebaiknya Anda lakukan dan jangan dilakukan? Simak ulasan yang dihimpun Meet Doctor setelah ditinjau oleh dr. Adnan Yusuf.
1. Tangani dengan Lembut
Ketika benda asing masuk ke mata, reaksi pertama Anda adalah menguceknya. Menurut Randy McLaughin, OD, seorang dokter mata di The ohio State Wexner Medical Center, jika Anda mencoba mengeluarkan benda tersebut dengan cara lembut dan berhati-hati, boleh saja. Namun terlebih dulu cucilah tangan dengan sabun dan air.
“Lembut” adalah kata kuncinya: Jika Anda menguceknya, kemungkinan Anda bisa berakhir dengan abrasi kornea yang menyakitkan. Anda juga tidak boleh mengeluarkan benda yang lebih besar dari bola mata, segala sesuatu yang tampak tertanam atau apapun yang memiliki sisi kasar. Segera ke dokter jika Anda mendapati benda tersebut pada mata.
2. Gunakan Air
Memercikkan mata dengan air bersih adalah cara yang biasa dilakukan untuk mengeluarkan benda di mata. “Arahkan mata yang kemasukan benda ke dalam wadah yang berisi air atau di bawah kucuran wastafel,” kata McLaughin. Bila Anda sedang berada di rumah, teteskan obat tetes mata untuk mengeluarkan benda tersebut.
3. Temui Dokter
Dr. McLaughlin mengatakan kesalahan terbesar yang dilakukan orang adalah mengabaikan benda asing pada mata selama berhari-hari. Jika masih bisa merasakan benda asing tersebut dan Anda tidak bisa mengeluarkannya, mungkin perlu segera menemui dokter.
Menurutnya, semakin lama partikel tetap berada pada mata, semakin besar risikonya bisa menggores kornea atau menjadi terinfeksi. Dokter dapat menggunakan biomiscroscope (atau disebut juga lampu celah) untuk melihat ke dalam mata dan menentukan apakah partikel tersebut bersarang atau tidak.
Anda juga harus segera pergi ke dokter jika mengalami sakit atau kemerahan pada mata setelah mengeluarkan benda tersebut dengan cara menggunakan air. Setelah benda tersebut dikeluarkan, mata Anda akan terasa perih.
Dokter kemungkinan akan memberikan Anda antibiotik untuk memastikan tidak ada infeksi. Lindungi selalu mata Anda dengan sunglasses bila Anda berada di luar rumah.
Dan jika Anda bekerja di di lingkungan yang banyak benda-benda kecil beterbangan seperti di taman atau bengkel, pakailah kacamata pelindung.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi