Suara.com - Punya anak satu saja sepertinya sudah kerepotan dan kadang bikin stres, apalagi punya anak lebih dari tiga. Namun, studi membuktikan semakin banyak anak atau keturunan, keluarga tersebut semakin bahagia, sehingga semakin berumur panjang.
Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health, memiliki anak-anak terkait dengan kehidupan lebih lama.
Dalam studi pada bulan Maret 2017, peneliti Swedia menganalisis data registri nasional pada lebih dari 704 ribu lelaki dan 725 ribu perempuan berusia 60 dan lebih tua.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti tingkat pendidikan, penulis penelitian menghitung setiap risiko kematian setiap orang setiap tahunnya, membandingkannya dengan data tentang status perkawinan mereka, dan apakah mereka memiliki anak.
Hasilnya, risiko kematian para peserta meningkat secara keseluruhan saat mereka berusia lanjut. Namun, yang cukup menarik, para periset menemukan bahwa lelaki dan perempuan yang memiliki banyak anak lebih rendah mengalami risiko kematian dini daripada rekan mereka yang tidak memiliki anak.
Pada usia 60, seorang ibu diperkirakan hidup 1,5 tahun lebih lama dari perempuan lain yang tidak memiliki anak, sementara seorang ayah diharapkan dua tahun hidup lebih lama daripada lelaki lainnya.
Mengapa demikian? Para periset percaya bahwa ini mungkin ada kaitannya dengan anak-anak yang membantu dan merawat orangtua mereka seiring bertambahnya usia.
"Temuan kami menunjukkan, bahwa hubungan semakin kuat saat orangtua bertambah tua. Itu seiring dengan penelitian yang menunjukkan, bahwa orang-orang tanpa anak kurang dukungan hingga akhir hayatnya," tulis para peneliti.
Para penulis penelitian mencatat temuan mereka mendukung penelitian sebelumnya yang telah menemukan, bahwa anak-anak dapat membantu menurunkan risiko kematian ibu dan ayah mereka. Berdasarkan hasil penelitian ini juga menantang penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa anak perempuan mungkin lebih cenderung memperpanjang kehidupan orangtua mereka daripada anak laki-laki. (Delish)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?