Suara.com - Ada sebagian orang yang tak bisa hidup tanpa kopi. Setiap pagi dan sore hari secangkir kopi sayang untuk dilewatkan.
Padahal kandungan kafeinnya yang tinggi, membuat kopi sering kali masuk dalam daftar minuman yang harus dihindari versi ahli gizi dan kesehatan. Ditambah hasil temuan terkini yang menunjukkan bahwa minum kopi dapat membuat berat badan Anda melonjak.
Menurut para ahli, kafein dalam kopi dapat menekan reseptor adenosin yang berperan menciptakan rasa kantuk. Sayangnya kafein dalam kopi dapat membuat seseorang ketagihan untuk meneguknya kembali.
"Saat Anda minum kopi berkafein, ini akan mengubah selera Anda terhadap makanan dan minuman menjadi lebih berlebihan," ujar Robin Dando asisten profesor di Cornell University di Amerika Serikat, dilansir Zeenews.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science, peneliti membagi dalam dua kelompok. Pertama yang hanya diberi kopi berkafein, sedangkan kelompok kedua diberi minuman non-kafein dengan penambahan gula.
Hasilnya, mereka yang konsumsi kopi berkafein memiliki nafsu makan yang lebih besar ketimbang konsumsi non kafein. Hal ini yang menurut Dando menjadi alasan mengapa mereka yang minum kopi setiap hari berisiko mengalami kegemukan.
"Yang nampaknya penting adalah menyadarkan para penggila kopi bahwa kafein didalamnya tidak hanya membuat Anda lebih fokus tapi berisiko alami peningkatan berat badan," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom
-
FTSE Segera Umumkan Klasifikasi, IHSG Ditutup Terkoreksi
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
Terkini
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya