Suara.com - Seorang mahasiswi hukum meninggal dunia setelah sekantong ekstasi meledak di perutnya saat berada di Ibiza. Tubuh Becky Brock (18), ditemukan penuh dengan genangan darah di kamar hotelnya di mana dia sedang berlibur merayakan ulang tahun temannya.
Staf pemadam kebakaran Nottingham menemukan siswi "berbakat secara akademis" itu tidak responsif di kamarnya di Hotel Marco Polo, 28 September tahun lalu.
Polisi Spanyol memulai penyelidikan setelah ditemukan sejumlah obat kelas-A berdosis fatal dari ukuran normal di tubuhnya.
Ibu gadis malang tersebut, Margarita Brock, menceritakan sebuah penyelidikan menyebutkan putrinya mungkin telah dipaksa untuk menelan kantong obat-obatan terlarang.
Dengan berlinang air mata, dia memastikan, sang putri tidak akan dengan rela menelan pil berbahaya ke tubuhnya karena dia tidak dapat menelan tablet.
Brock mengungkapkan bagaimana putrinya secara terbuka telah berbicara tentang eksperimen yang dilakukannya dengan kokain di masa lalu. Namun, dia tidak mengira sang putri akan mengalami hal nahas tersebut. Dia pun meyakini sang putri dipaksa menelan barang haram tersebut.
"Pemeriksaan medis yang dilakukan di sana menyebutkan, ada tas yang meledak. Polisi tengah menyelidiki bagaimana dia ditemukan. Dia bukan orang yang mudah minum pil, saya sama sekali tidak bisa membayangkan pil itu masuk ke tubuhnya. Saya tidak bisa melihat cara lain selain seseorang yang melakukannya," ungkap Brock.
Becky yang berasal dari Nottingham, sebelumnya telah mengalami masalah kesehatan di ususnya, dan kehilangan jumlah berat badan yang signifikan pada tahun 2015.
"Dia adalah seorang perempuan muda yang mandiri, umurnya baru 18 tahun saat dia belajar di luar negeri. Dia adalah seorang perempuan muda yang sangat berbakat secara akademis. Namun, dia memang memiliki beberapa masalah yang berkaitan dengan kesehatan fisiknya. Dia memiliki beberapa masalah gambar tubuh, menjalani kondisi lain yang mungkin. Dia didiagnosis dengan sindrom iritasi usus besar pada tahun 2015 hingga membuatnya mengalami penurunan berat badan yang signifikan dan signifikan pada musim panas 2015. Di luar sekolah, dia menikmati ekskul menari, drama dan bernyanyi," ujar petugas pemadam kebakaran Nottinghamshire, Mairin Casey.
Baca Juga: Obat-Obatan Golongan Ini Bisa Bikin Anda Panjang Umur
Lebih lanjut, Mairin memaparkan, Becky mencoba mencicipi obat-obatan terlarang setelah pergi ke Ibiza, Spanyol.
"Pada bulan Juli 2015 dia pergi ke Ibiza, dan dia pergi lagi pada bulan Agustus, dan September merupakan perjalanan ketiga. Pada bulan Juli ketika dia pergi ke Ibiza bersama adiknya, Anika, dia memang mencoba kokain, sementara adiknya belum mencobanya. Kenyataannya adalah, pada bulan Juli dia (Becky) telah bereksperimen (dengan obat-obatan itu)," jelas Mairin.
"Perjalanan ke Ibiza pada bulan September dilakukan Becky untuk merayakan ulang tahun dua temannya di kampus, Hannah dan Ellie. Aku tidak percaya Ellie sadar Becky ada di Ibiza. Bagaimana tas ini berada di perutnya, kita tidak akan pernah tahu. Dalam perjalanan ini ke Ibiza tidak ada yang benar-benar melihat Becky minum obat-obatan di momen itu. Yang jelas, tidak ada yang bisa memberikan penjelasan bagaimana obat ini masuk ke dalam tubuhnya," lanjutnya.
Ahli toksikologi Dr Stephen Morley mengatakan, pihak berwenang Spanyol telah menemukan bahwa Becky telah meninggal sekitar 48 jam sebelum dia ditemukan di kamarnya. Dia mengatakan, jejak alkohol dan 'konsentrasi fatal' akibat ekstasi ditemukan di tubuhnya.
"Ahli toksikologi Spanyol mendeteksi 0,54 g per liter alkohol berada di dalam sistem tubuh Becky. Ini konsisten dengan Becky minum beberapa gelas pada tanggal 22 September malam. Dia meninggal sekitar setengah jam dari saat (ekstasi) masuk ke aliran darahnya saat meninggal. Dia mungkin mulai merasa sangat tidak sehat. Ada bukti adanya dosis MDMA akut - sebuah konsentrasi yang berpotensi fatal. Penyebab kematian yang paling mungkin terjadi adalah toksisitas ekstasi. Tingkat MDMA berlipat ganda yang dilaporkan sangat fatal," ujar Dr Stephen Morley.
Ahli patologi Dr Derek Robson menambahkan, "Darah di samping kepalanya tidak membuatku percaya bahwa dia menderita trauma. Kemungkinan kematian terjadi beberapa jam setelah paket meledak." (Metro)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya