Suara.com - Seorang anak laki-laki (7) yang dikenal sehat secara jasmani dari Elizabethtown, Kentucky, tertidur lelap selama 11 hari setelah didaulat menjadi pembawa cincin untuk pernikahan pamannya.
Sang ibu kemudian mencoba membangunkan anaknya di keesokan hari. Namun, tak lama tertidur kembali setelah secara singkat terbangun dan mendapatkan kesadarannya.
Dokter mencoba menemukan petunjuk tentang apa yang membuat bocah bernama Wyatt Shaw itu bisa tidur begitu lama.
Ibu Wyatt berpikir bahwa pernikahan tersebut kemungkinan membuat buah hatinya kelelahan dan meminta para dokter untuk menguji kesehatan Wyatt secara keseluruhan.
Dokter kemudian menguji Wyatt mengenai masalah parasit, virus, bakteri dan penyakit menular lainnya yang bisa dijadikan tersangka yang dapat menyebabkan gejala kelelahan. Sayangnya, dokter gagal menemukan tanda-tanda kejanggalan dalam tubuh Wyatt.
Dokter kemudian memberi bocah tersebut obat untuk mencegah kejang. Masih belum jelas apa yang menyebabkan kelainan ini, namun pakar kesehatan mengatakan hal itu bisa disebabkan gangguan pada hipotalamus dan talamus saat mengatur pola tidur. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026