Suara.com - Wasir yang dikenal pula dengan sebutan ambeien biasanya muncul pada mereka yang menjalani gaya hidup tak sehat seperti kurang konsumsi buah dan sayuran. Tak hanya menyebabkan rasa nyeri saat duduk atau mengejan, wasir yang tak segera ditangani juga dapat menyebabkan anemia.
Menurut dr. Firdaus, SpB, Dokter Spesialis Bedah di Klinik Rumah Wasir, diperkirakan 50 persen dari populasi yang berumur lebih dari 50 tahun menderita wasir derajat sedang hingga berat. Pada kasus yang berat, perdarahan lebih mungkin terjadi, terutama saat buang air besar, perdarahan ini selanjutnya mengakibatkan masalah kesehatan lain berupa nyeri dan anemia
"Anemia pada pasien hemoroid terjadi saat perdarahan terus menerus dan terjadi dalam waktu yang lama. Jika seseorang kekurangan sel darah merah, maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup, akibatnya pasien merasa lemah, letih dan lesu," ujar dia dalam keterangan pers yang diterima Suara.com, Sabtu (28/10/2017).
Firdaus menambahkan, wasir yang disertai dengan kondisi anemia, menambah kompleksitas pengobatan wasir. Dokter tak hanya memberikan terapi wasir saja, namun juga melakukan tatalaksana anemia.
"Biaya pengobatan menjadi lebih besar. Adanya anemia, juga menunjukkan indikasi pasien agar segera melakukan pembedahan untuk mengatasi wasir," tambah dia.
Metode pembedahan sendiri diindikasikan untuk mereka yang menderita wasir derajat 3 dan 4 atau yang telah gagal dengan pemberian obat-obatan. Beberapa teknik pembedahan yang dilakukan oleh dokter meliputi hemorrhoid dectomi, konvensional, bipolar electrocoagulation, rubber band ligation, stapler, biological electrical impedance auto-measurement (BEIM) dan laser.
“Teknik BEIM, memiliki beberapa keuntungan seperti jaringan luka langsung ditutup dengan panas yang dihasilkan dari alat, sehingga minimal perdarahan. Risiko terjadinya infeksi dapat dikurangi. Nyeri pasca tindakan dapat diminimalkan,” tambah Firdaus.
Selain itu pasien juga diimbau untuk memulai pola hidup sehat dengan banyak minum air putih yakni 6 hingga 8 gelas sehari, memperbanyak mengonsumsi serat dari sayur dan buah-buahan untuk memperbaiki kondisi hemoroid.
"Beberapa obat-obatan mungkin diberikan dokter, seperti obat penghilangkan rasa nyeri, obat pencahar untuk atasi sembelit, pemberian zalf atau pil anus untuk mengurangi iritasi, serta antibiotik bila terjadi infeksi," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu