Suara.com - Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki garis pantai yang panjang, mulai dari Sabang sampai Merauke. Itu sebabnya, destinasi wisata yang populer di Indonesia adalah pantai.
Namun, bagi Anda yang doyan berjemur di pantai, pastikan telah menggunakan tabir surya sebelumnya. Pasalnya, paparan sinar ultraviolet dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit yang mematikan.
Menurut Dr. dr. Aida Sofiati, SpKK(K) dari RS Kanker Dharmais, ada beberapa macam sinar ultraviolet (UV), antara lain sinar UV A, B, dan C. Banyak orang menganggap, paparan sinar UV B paling banyak menyebabkan kanker. Namun, kata dr Aida, sinar UV A juga dapat membantu tumbuhnya kanker kulit.
"Sinar UV C sebenarnya yang paling potensial memicu kanker. Tapi tidak pernah disebut-sebut, karena sinar ini terlindungi karena adanya lapisan ozon. Kalau lapisan ini bocor, kanker kulit akan meningkat," ujar Aida dalam temu media di Jakarta, Senin (30/10/2017).
Lebih lanjut, dia memaparkan, Indonesia merupakan negara tropis dimana musim kemarau lebih panjang dibandingkan musim penghujan. Orang-orang yang bekerja di lingkungan yang terpapar sinar matahari secara langsung seperti petani, dianggap berisiko terkena kanker kulit. Begitu pula dengan mereka yang terpapar matahari dalam dosis tinggi seperti ketika berjemur di pantai saat musim liburan.
"Misalnya, mereka yang pada Sabtu dan Minggu suka ke pantai, berenang, berjemur, berpotensi terkena sinar UV intensitas tinggi," ungkapnya.
Dikatakan Aida, paparan matahari dalam dosis tinggi meski tak setiap hari ini lebih berisiko memicu kanker kulit jenis melanoma yang merupakan kanker kulit terganas. Alasannya, sel kanker melanoma cenderung lebih cepat menyebar ke organ lain dibandingkan jenis kanker kulit lainnya.
"Melanoma ini yang paling ditakuti, kalau masih awal mungkin masih dapat diobati. Masalahnya banyak yang tidak waspada ini melanoma, akhirnya datang pada stadium lanjut saat melanoma potensial mematikan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini