Suara.com - Meski dikenal sebagai olahraga mahal dan cenderung eksklusif, olahraga berkuda ternyata kini kian banyak digemari masyarakat Indonesia khususnya anak-anak.
Bukan hanya menyehatkan bagi tubuh, olahraga berkuda juga baik dan sangat direkomendasikan sebagai sarana terapi bagi anak dengan kebutuhan khusus.
Hal tersebut diutarakan oleh Head and Coach General Manager Anantya Riding Club, Rahmat Nasir, pada sebuah acara peluncuran aplikasi berkuda besutan Nabila Syakieb dan suami baru-baru ini.
Dengan berkuda, kata dia, anak dengan kebutuhan khusus seperti anak dengan autisma akan dilatih saraf motorik hingga tingkat fokusnya.
"Selain itu, (berkuda juga) bisa membuat fokus untuk menjaga keseimbangan dan untuk memiliki bonding yang kuat pada kuda. Mungkin anak dengan autisma awalnya merasa takut saat duduk di atas kuda, namun lama-kelamaan fokusnya akan teralih pada kuda," terang Rahmat.
Meski memiliki banyak manfaat untuk mendorong konsentrasi dan perkembangan saraf motorik bagi anak, Rahmat mengatakan usia ideal anak untuk boleh berlatih menunggangi kuda adalah saat sudah menginjak usia 6 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!