Suara.com - Tanya:
Selamat siang Dokter,
Anak saya usia tiga bulan, dua hari yang lalu dia agak hangat badanya. Pas malam, tidurnya rewel, siang hari keluar bercak darah tiga kali saat pipis, disertai dengan mengedan.
Saat diperiksakan ke puskesmas katanya femosis dan harus disunat, tapi pulang dari puskesmas sampai sekarang dia pipisnya lancar. Apa memang harus disunat, Dok? Mohon penjelasan dan sarannya. Terima kasih.
Jawab
Fimosis merupakan suatu kondisi dimana kulup penis (preputium) melekat kencang di kepala penis dan tidak dapat ditarik ke belakang. Kondisi ini paling sering dialami oleh balita dan anak-anak.
Seiring dengan bertambahnya usia anak, diharapkan perlekatan ini akan merenggang dengan sendirinya. Meski demikian, pada sebagian kasus, fimosis bisa bertahan hingga usia remaja atau bahkan dewasa.
Jika tidak ditangani dengan baik, maka fimosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi, di antaranya:
A. Meningkatnya risiko infeksi kelamin
B. Penis membengkak, nyeri, kemerahan
C. Gangguan buang air kecil
D. Gangguan ereksi dan hubungan seksual, serta lain sebagainya
Maka dari itu, karena sudah adanya keluhan (seperti demam, keluar darah dari kelamin dan buang air kecil mengedan), berarti kemungkinan telah terjadi komplikasi yaitu infeksi saluran kemih sehingga perlu dilakukan prosedur sirkumsisi (sunat). Tujuannya adalah untuk melepaskan perlekatan di kulit penis tersebut.
Tidak ada batasan minimal pada usia berapa anak boleh disunat. Karenanya, jika sunat bisa dilakukan lebih dini sejak diagnosis fimosis ditegakkan, maka kemungkinan komplikasi di atas pun bisa semakin cepat dicegah.
Di samping mengatasi fimosis dan mencegah komplikasinya, sunat juga memiliki berbagai fungsi lainnya, di antaranya yakni menurunkan risiko penularan infeksi (termasuk infeksi menular seksual), menurunkan risiko infeksi saluran kemih, kanker penis, dan sebagainya.
Jika Anda masih merasa ragu atas keputusan dokter di puskesmas, sebaiknya Anda bisa mencari second opinion dengan memeriksakan kembali anak Anda ke dokter lainnya.
Sementara itu, ajari anak Anda untuk tidak menarik-narik atau mengulur-ulur kulit penisnya. Selain itu, biasakan anak selalu menjaga kebersihan organ intimnya.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.
Dijawab oleh: dr. Rizka Amelia
Sumber: https://meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh