Suara.com - Beberapa waktu lalu, manfaat air alkali bagi kesehatan sempat menuai kontroversi setelah Kementerian Kesehatan mengimbau produsen air alkali dengan merek Kangen Water menarik brosurnya di pasaran. Kemenkes menilai bahwa klaim kesehatan air alkali ini berlebihan karena diyakini dapat menyembuhkan beragam penyakit.
Lalu, apakah air alkali benar-benar bermanfaat bagi tubuh? Dokter spesialis penyakit dalam, Andy Pratama Dharma, mengatakan bahwa beragam penelitian telah mengungkap khasiat air alkali untuk mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, dan bukannya mengobati penyakit seperti yang diungkapkan para pemasar air alkali.
Ia mengatakan, ada lebih dari 500 penelitian di jurnal kedokteran yang menunjukkan manfaat air alkali dalam mempercepat penyembuhan 150 penyakit. Konsumsi air alkali secara rutin, kata dia, juga efektif mencegah timbulnya penyakit bagi orang yang sehat.
"Air alkali bisa mempercepat penyembuhan beragam penyakit, salah satunya diabetes. Pasien diabetes yang mengonsumsi air alkali secara rutin disertai dengan obat-obatan terbukti mengalami penurunan kadar gula darah dibandingkan yang hanya minum air biasa. Ini ada bukti ilmiahnya, bukan klaim biasa," ujar dr. Andy pada 'Amazing Water Conference 2018' di Jakarta, Rabu (24/1/2018).
Ia menambahkan, manfaat paling besar justru dirasakan bagi orang yang sehat yang memiliki keluarga dengan penyakit kronik yang bisa diturunkan. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terkecoh informasi yang menyebutkan bahwa air alkali memiliki efek samping, karena hal ini tak pernah dibuktikan secara ilmiah.
"Penelitian tentang keamanan dan efektivitas air alkali dalam pengobatan dan pencegahan penyakit sudah diteliti sejak 1931 di Jepang menurut jurnal kedokteran. Penelitian itu lalu pada tahun 1966 dilakukan pada hewan dan manusia dan dipresentasikan ke Depkes Jepang hingga akhirnya disetujui untuk dikonsumsi," tambah dia.
Penyakit sendiri, kata dia, timbul akibat kadar asam dalam tubuh yang terlalu tinggi. Konsumsi air alkali dengan tingkat pH basa dapat membantu menetralkan asam pada tubuh sehingga mempercepat penyembuhan penyakit. Kandungan antioksidan dalam air alkali juga dapat melawan radikal bebas pemicu berbagai penyakit.
Baca Juga: Pimpinan DPR: Jika Ada yang Dorong Legalisasi LGBT, Berarti Iblis
"Dari kajian yang dilakukan, manfaat air alkali bukan untuk pengobatan tapi hanya mendampingi. Bukan berarti minum air alkali saja bisa sembuh, tapi kandungan di dalamnya bagus untuk mempercepat penyembuhan penyakit," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026