Suara.com - Air alkali belakangan menjadi populer di masyarakat karena khasiatnya yang diklaim lebih sehat dibandingkan air biasa.
Air alkali sendiri memiliki pH basa sehingga diyakini dapat menetralisir sifat tubuh yang asam sehingga rentan jatuh sakit.
Namun, menurut dokter spesialis Urologi Siloam Kebon Jeruk, Marto Sugiono, konsumsi air alkali yang disebut lebih sehat hanya akal-akalan marketing saja pasalnya air ini justru dapat menyebabkan dampak negatif bagi tubuh khususnya bagian lambung.
"Bukan berarti kencing akan jadi basa setelah minum air alkali. Jujur saja itu terbalik sebenarnya. Kalau minum air alkali, lambung akan kena maag karena memicu pengeluaran asam dari lambung," ujar dia pada temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Selasa (14/3/2017).
Ia menambahkan, urin yang bersifat basa memang dibutuhkan pada kondisi ketika pasien mengalami penyakit batu ginjal. Namun bukan dengan metode mengonsumsi air alkali.
Pasien harus mengonsumsi obat bernama kalium citrat untuk mempermudah melarutkan endapan batu ginjal.
"Jadi nggak masuk akal, minum air alkali biar urin menjadi basa. Kalau mau urin basa ada obatnya itu. Jadi minuman kayak gitu karena kepentingan marketing saja," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia