Suara.com - Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit yang dapat menyebabkan radang, rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Penyakit ini terjadi akibat gangguan autoimun dan menyerang bagian tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut.
Sebuah penelitian mengatakan, rematik dapat dipicu oleh bakteri yang ada dalam susu terutama bagi orang-orang yang berisiko secara genetik.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, ada hubungan antara rematik dan bakteri mycobacterium avium subspecies paratuberculosis yang juga dikenal sebagai MAP.
Bakteri tersebut, kata peneliti, bisa masuk ke tubuh manusia lewat konsumsi susu yang terinfeksi, daging sapi, dan pupuk dari kotoran sapi.
"Kami tidak tahu penyebab rematik, jadi kami senang karena kami telah menemukan hubungan antara keduanya," kata salah satu peneliti, Shazia Beg dari University of Central Florida (UCF) di Amerika Serikat.
Penelitian ini melibatkan 100 pasien yang secara sukarela mengajukan sampel klinis untuk diuji coba.
Hasilnya, hampir 80 persen pasien dengan rematik memiliki mutasi gen PTPN2 / 22, dan 40 persen dari jumlah tersebut terbukti positif terhadap MAP.
"Kami percaya bahwa individu yang lahir dengan mutasi genetik ini dan yang kemudian terpapar MAP dengan mengonsumsi susu atau daging yang terkontaminasi memiliki risiko lebih tinggi terkena rheumatoid arthritis (rematik)," kata Saleh Naser, spesialis penyakit menular di UCF.
Dengan memahami adanya peran bakteri MAP dalam rematik, peneliti semakin yakin jika penyakit tersebut bisa diobati lebih efektif di kemudian hari. [Zeenews]
Baca Juga: Apakah Perempuan dengan ASA Tinggi Sudah Pasti Autoimun?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak