3. Tertawa itu “menular”
Bila Anda melihat orang tertawa, kadang Anda merasa tidak bisa menahan ikut tertawa atau senyum. Bahkan ketika Anda tidak tahu apa yang lucu, melihat orang lain tertawa saja bisa membuat Anda geli sendiri. Hal itu terjadi karena otak memantau aktivitas yang dibuat oleh otot-otot di wajah orang lain.
Sophie Scott, seorang pakar saraf di University College London menemukan sebuah fakta dari penelitiannya. Ketika ada orang yang tertawa, bagian otak Anda yang disebut korteks premotor secara otomatis akan menggerakkan otot pada bagian wajah, persis seperti orang yang sedang tertawa.
Ini karena otak Anda bisa merespon tawa orang lain dengan cara menirukan ekspresi yang sama, meskipun tanpa Anda sadari. Maka tak jarang, Anda akan ikut tertawa saat melihat orang lain tertawa.
4. Tertawa bisa membakar kalori
Pernah dengar kalau tertawa bisa membakar kalori? Ya, dengan tertawa selama 10-15 menit, 40 kalori dari tubuh Anda bisa terbakar begitu saja, lho. Menurut sebuah studi dari Vanderbilt University, saat tertawa akan terjadi peningkatan denyut jantung dan penggunaan oksigen yang lebih besar.
Semua reaksi fisik ini tentu membutuhkan energi, sehingga tubuh akan membakar kalori lebih banyak daripada ketika Anda sedang diam saja.
5. Tertawa bisa menyehatkan tubuh
Studi demi studi telah menunjukkan manfaat kesehatan dari tawa. Contohnya yaitu sebuah penelitian dari Loma Linda University yang menunjukkan bahwa tertawa bisa meningkatkan daya ingat orang dewasa pada usia 60 dan 70-an.
Selain itu, peneliti dari University of Maryland School of Medicine juga menemukan bahwa menonton film komedi bisa memperbaiki fungsi pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke otak. Hal ini tentu menyehatkan sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) Anda.
Fakta tentang tertawa lainnya pun menunjukkan bahwa tertawa memang bermanfaat dalam meningkatkan kekebalan tubuh, membantu mengatur kadar gula darah, dan memperbaiki pola tidur.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi