Suara.com - Penyakit kanker di Indonesia merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan membutuhkan biaya pengobatan sangat besar, ini dibuktikan dari data yang dikeluarkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Asisten Deputi Bidang Utilisasi dan Anti Fraud Rujukan BPJS, dr. Elsa Novelia, M.Kes mengatakan, kanker menempati posisi teratas dalam pembiayaan JKN, di mana kanker payudara berada di posisi pertama, disusul kanker serviks dalam pembiayaan kanker terbesar.
Elsa mengatakan bahwa hingga 2017, pembayaran kanker yang dikeluarkan JKN telah menelan biaya hingga Rp2,8 triliun.
"Pembiayaannya memakan proporsi hingga 17 persen dari biaya JKN. Fasilitas yang didapatkan untuk pelayanan manfaat, pada prinsipnya sama dengan penyakit lain, yakni promotif, preventif dan terapi," ujar dia dalam acara seminar Harapan Penderita Kanker di Era BPJS di Jakarta, Rabu (28/2/2018).
Hingga saat ini, ia mengatakan bahwa pihaknya selalu fokus dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, baik mereka yang ingin mencegah, maupun yang melakukan pengobatan, mulai dari skrining, papsmear, konsultasi jika pasien terindikasi penyakit tersebut, diagnosa, terapi, obat-obatan dan operasi.
Sementara untuk pengobatan, meski kasus pelayanan kanker hanya tiga persen, namun untuk pembayaran obat-obatannya mencapai 43 persen. Dilihat dari total biayanya, Elsa mengungkapkan, mencapai Rp2,49 triliun atau 36,61 persen.
"Selama pasien membutuhkan pelayan itu, JKN akan menjamin tanpa plafon. Khususnya obat-obatan yang direkomendasikan dokter dan indikasi medis, itu sudah masuk dalam JKN.
Kemo juga termasuk," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh