Suara.com - Ternyata, peran ayah sangat berpengaruh dalam kesehatan anak. Setidaknya, begitulah kesimpulan yang diambil dari hasil studi yang dilakukan Binghamton University, di New York. Para peneliti menemukan bahwa dalam kondisi keluarga yang kurang harmonis, anak yang dekat dengan ayah cenderung tumbuh lebih sehat dibanding anak yang tak pernah merasakan pola asuh ayah.
Menurut Profesor Ekonomi di Binghamton University, Salomon Polachek, untuk mendapatkan temuan ini, ia bersama tim peneliti lainnya melakukan analisis terhadap data penelitian Fragile Families and Child Wellbeing (FFCW) yang melibatkan 715 keluarga di mana anak hanya dibesarkan oleh ibu.
Peneliti menemukan, ayah yang merasa mirip dengan anaknya akan sering pulang hanya untuk mengasuh anaknya. Studi menyebut, para ayah itu akan menghabiskan 2,5 hari lebih banyak dalam satu bulan untuk bersama buah hatinya. Hal ini tak terjadi pada ayah yang merasa tidak memiliki kemiripan dengan keturunannya.
"Ayah yang merasa mirip dengan anak mereka akan lebih yakin bahwa itu memang keturunannya, sehingga mereka mau menghabiskan lebih banyak waktu dengan buah hatinya," ujar Polachek.
Kedekatan dengan ayah, tambah dia, memang berimplikasi dalam meningkatkan kesehatan anak, terutama bagi pasangan yang mengalami perceraian. Menurut Polachek, anak yang lebih dekat dengan ayah cenderung lebih sehat karena sebagian besar ayah memang ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.
"Alasan utamanya adalah kunjungan ayah yang lebih sering untuk merawat anaknya akan berdampak pada terpenuhinya kebutuhan kesehatan dan ekonomi anak-anak," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda