Suara.com - Menurut studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University in Evanston, Amerika Serikat, ayah dari bayi prematur mengalami stres yang lebih tinggi dibanding ibu, terutama saat masa transisi dari unit perawatan intensif neonatal (NICU) ke rumah.
"Meski pada akhirnya membawa pulang bayi adalah saat yang indah, ini juga bisa membuat stres karena masalah kurang tidur, kurang kontrol dan harus selalu merespons kebutuhan bayi," kata Craig Garfield, Associate Professor di Northwestern University in Evanston.
Ayah dianggap harus selalu siaga dari satu situasi ke situasi lain seperti memikirkan bayi, kondisi istri dan pekerjaannya secara bersamaan.
"Dia (ayah/suami) seharusnya bisa menjadi 'pegangan' untuk pasangannya tapi stres benar-benar bisa masuk."
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Perinatal and Neonatal Nursing ini berusaha mengukur tingkat stres orangtua dengan dua cara yaitu tes dan survei saliva atau air liur.
Mereka menguji peserta sehari sebelum anak dipulangkan dari rumah sakit, sehari setelahnya, lima hari setelahnya dan 14 hari setelah pulang ke rumah.
"Untuk membantu meredakan stres dan mempermudah transisi, harus ada banyak penekanan yang dilakukan agar sang ayah merasa nyaman dan mendapatkan kepercayaan diri saat bayinya masih berada di NICU. Ibu perlu mengingat bahwa ayah juga butuh waktu untuk bersantai," kata Garfield.
Garfield menambahkan, bayi akan berkembang saat orangtua juga berkembang. Maka bila orangtua mengalami stres, hal tersebut bisa mempengaruhi pola asuh pada anak. "Hubungan antara ibu dan ayah dapat mengubah keterikatan bayi," tutupnya. (zeenews.india.com)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?