Suara.com - Sariawan merupakan salah satu gejala kekurangan vitamin C. Selain itu, sariawan juga mengindikasikan sistem imun tubuh yang lemah. Data menunjukkan sekitar 25 persen orang dalam seluruh hidupnya pernah mengalami sariawan setidaknya sekali seumur hidup.
Namun pernahkah Anda terpikir bahwa stres juga dapat memicu sariawan? Disampaikan Drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, PhD mewakili Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PBPDGI), ada berbagai macam penyebab sariawan, salah satunya adalah stres.
"Ketika stres, tubuh memproduksi hormon di mana semua yang dilewati hormon akan dirusak," ujar drg. Rahmi pada temu media di Jakarta, Jumat (10/3/2018).
Jaringan kulit di organ mulut pun akan dirusak oleh hormon. Akibatnya sel mengalami peradangan dan membentuk cekungan yang disertai rasa sakit di bagian lidah atau disebut juga dengan sariawan.
"Mulut kan tak hanya untuk bicara tapi juga makan, aktivitas ini turut menyebabkan risiko iritasi pada rongga mulut semakin besar saat stres karena jaringan tersebut semakin rentan untuk robek karena gesekan dengan gigi maupun langit-langit mulut," tambah dia.
Tak hanya itu, drg. Rahmi menambahkan, ada beberapa kaum hawa yang mengidap sariawan sesaat sebelum menstruasi. Alasannya, hormon progesteron mengalami penurunan dalam tubuh sehingga proteksi pada jaringan pun berkurang.
"Tapi normalnya, sariawan bisa sembuh sendiri selama kurun 2-4 minggu karena lapisan jaringan mulut atau mukosa selalu beregenerasi. Yang harus dikhawatirkan itu kalau tidak sembuh-sembuh atau terus muncul berulang," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat