Suara.com - Terapi hormon yang biasa digunakan untuk meredakan gejala tak menyenangkan dari menopause seperti serangan rasa panas, kelelahan, dan insomnia, ternyata juga dapat memberikan manfaat lain lho.
Manfaat itu adalah meningkatnya memori dan kemampuan berpikir pada penerima terapi hormon.
Terapi hormon sendiri biasanya mengacu pada pemberian hormon estrogen atau kombinasi antara hormon estrogen dan hormon progesteron.
Pada penelitian yang dilakukan Mayo Clinic di Minnesota, perempuan yang menerima estradiol (hormon estrogen steroid) mampu mempertahankan volume otak bagian dorsolateral prefrontal cortex.
Itu adalah area otak yang membantu mempertahankan memori, berpikir, melakukan perencanaan serta penalaran.
Perempuan yang mampu mempertahankan volume area otak dorsolateral prefrontal cortex juga cenderung memiliki plak amiloid yang lebih rendah. Keberadaan amiloid, kata peneliti, memiliki kaitan erta dengan masalah kehilangan memori dan penyakit Alzheimer.
"Kami menemukan bahwa terapi hormon menopause yang diambil segera setelah menopause dapat mempertahankan struktur bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori dan kemampuan berpikir," kata Kejal Kantarci dari Mayo Clinic.
Untuk penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, tim peneliti melibatkan hampir 100 perempuan sehat dengan usia rata-rata 53 tahun.
Mereka semua setidaknya telah melewati masa menopause dan mengambil terapi estrogen dalam bentuk pil atau patch.
Baca Juga: Lelaki Ternyata Juga Bisa Menopause
"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan alasan biologis di balik perubahan otak selama terapi hormon menopause," kata Kantarci.
Berita Terkait
-
Menopause dan Kesehatan: Tips Ahli Mengatasi Bintik Matahari dan Kerutan
-
5 Vitamin untuk Perempuan Jelang Menopause, Cocok Diminum sejak Usia 40-an
-
Menopause Bukan Akhir, tapi Transisi yang Butuh Dukungan
-
Menopause dan Risiko Demensia: Perubahan Hormon yang Tak Bisa Diabaikan
-
Kulit Cerah dan Sehat di Usia Menopause: Intip Solusi Kulit Kering dan Iritasi
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia