Suara.com - Ada banyak bahan alami yang dipercaya dapat membantu mencegah sekaligus melawan kanker, salah satunya jamur maitake.
Ya, Jamur maitake yang berasal dari Jepang ini terbukti secara ilmiah dapat mencegah sekaligus melawan kanker. Profesor Hiroaki Nanba, PhD, Guru Besar Emeritus di Universitas Kobe, telah meneliti bagaimana jamur maitake berkhasiat untuk penyakit kanker sejak 1983.
Ia menemukan khasiat tersebut dari senyawa polisakarida beta glucan yang disebut dengan D-Fraction, yang terkandung dalam jamur maitake. Kandungan senyawa inilah yang membuat dr. Rony Wijaya, Medical Marketing PT Indocare Citrapasific, percaya suplemen jamur maitake bisa dijadikan terapi pendamping atau komplementer untuk pasien kanker.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa jamur maitake berperan sebagai penguat sel kekebalan tubuh yang melawan pertumbuhan sel abnormal, sehingga sel kekebalan tubuh bangkit dan pertumbuhan sel tidak normal yang tidak terkendali bisa ditumpas.
Jamur maitake, kata Rony, diklaim mampu menghambat hingga 92 persen penyebaran sel kanker di dalam tubuh.
"Maitake berperan dalam menghambat penyebaran sel-sel kanker ke organ lain. Karena, maitake juga dapat mengaktifkan kemampuan sel yang sudah rusak untuk membunuh dirinya sendiri," terang Rony saat peluncuran buku Maitake Lebih dari Sekadar Jamur Antikanker di Gramedia Matraman, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, bagi mereka yang masih sehat dan belum terserang kanker, maitake dapat berfungsi sebagai penghalang sel-sel yang berpotensi menjadi kanker tidak berkembang dan hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin