Suara.com - Karbohidrat selama ini disebut-sebut sebagai salah satu pemicu kenaikan berat badan selain lemak, tapi baru-baru ini penelitian yang dipublikasikan di BMJ Open menemukan bahwa konsumsi pasta, yang juga termasuk dalam karbohidrat justru dapat membantu Anda mengurangi berat badan.
Penelitian yang melibatkan 2.488 peserta secara acak ini menemukan bahwa orang yang mengonsumsi pasta 3.3 porsi seminggu sebagai satu-satunya sumber karbohidrat mengalami penurunan berat badan beberapa kilogram.
Menurut Dr John Sievenpiper, konsultan dokter di St Michael's Hospital dan penulis utama studi ini, temuannya membantah anggapan bahwa konsumsi pasta dapat memicu kenaikan berat badan seperti sumber karbohidrat lainnya.
Justru John menemukan bahwa pasta cenderung memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat. Meski demikian, Ia mengakui bahwa berat badan yang berhasil dikurangi dari konsumsi pasta tidak signifikan. Namun Ia menegaskan bahwa konsumsi pasta tidak menyebabkan kenaikan berat badan.
"Jadi bertentangan dengan kekhawatiran bahwa pasta dapat meningkatkan berat badan. Bahkan kami menemukan adanya penurunan berat badan meski sangat kecil," tambah dia dilansir Independent.co.uk.
John pun berkeyakinan bahwa pasta bisa menjadi salah satu menu sehat sebagai pengganti sumber karbohidrat lainnya. Namun ia membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah makan pasta dapat memiliki efek yang sama ketika dikombinasikan dengan diet sehat lainnya.
Menurut ahli gizi, Rhiannon Lambert, anggapan bahwa orang-orang perlu memotong karbohidrat ketika ingin mencoba menurunkan berat badan benar-benar salah arah.
"Jika Anda ingin menurunkan berat badan, kontrol porsi makan Anda, dan lakukan olah raga sehingga Anda bisa membakar lebih banyak kalori daripada yang Anda makan. Sesederhana itu," sarannya.
Baca Juga: Penelitian Ini Patahkan Teori Manusia Purba Berjalan seperti Kera
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun