Gejala TBC Genital
Gejala TBC genital biasanya tidak langsung terlihat setelah Anda terinfeksi bakteri TBC, bahkan terkadang tidak menunjukkan gejala apa pun. Pasalnya, bakteri TBC dapat bertahan hidup di dalam tubuh manusia selama 10 hingga 20 tahun tanpa menimbulkan gejala. Karenanya tak heran bila penderitanya terlambat menyadari saat sudah terkena TBC genital.
Namun, terdapat beberapa gejala TBC genital yang patut untuk diwaspadai, di antaranya:
1. Penurunan berat badan
2. Kelelahan
3. Demam ringan
4. Siklus menstruasi tidak teratur
5. Nyeri panggul
6. Keputihan yang terdapat bercak darah, keputihan berlebihan, atau perdarahan setelah berhubungan seksual
7. Infertilitas (tidak subur)
Sedangkan pada laki-laki, gejala TBC pada alat kelamin memiliki kesamaan dengan infeksi saluran kencing lainnya, seperti mengeluarkan darah saat buang air kecil. Selain itu, gejala TBC genital pada laki-laki juga mirip dengan gejala kanker testis sehingga sulit untuk mendiagnosis terjadinya TBC genital secara dini.
Oleh karena itu, bila Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala TBC pada alat kelamin, segera konsultasikan pada dokter. Tergantung dari gejala TBC genital yang dialami, dokter mungkin akan menyarankan sejumlah tes sebelum menegakkan diagnosis Anda.
Cara Penyebaran TBC pada Alat Kelamin
Seseorang dapat terkena TBC ketika kekebalan tubuhnya sedang rendah dan sering berdekatan atau melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi TB.
Penyakit TBC dapat ditularkan melalui tetesan air di udara (droplet, yang sangat kecil sehingga mungkin tak kasat mata) yang mengandung bakteri TBC melalui batuk atau bersin. Bila droplet yang berisi kuman ini dihirup, maka bakteri TB dapat mengendap di paru dan mulai berkembang.
TB genital biasanya menyebar melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi TB genital. Wanita yang mengalami TB paru dapat mengembangkan risiko TB genital di bagian uterus dan panggul selama beberapa waktu, apalagi bila penyakit ini dibiarkan begitu saja tanpa menjalani pengobatan.
Lantas, bagaimana cara mengobati gejala TBC pada alat kelamin? Cara mengobati gejala TBC pada alat kelamin sebenarnya sama saja dengan pengobatan TB paru atau jenis TB lainnya, yaitu dengan konsumsi antibiotik selama 6-8 bulan. Penderita TBC harus konsisten menyelesaikan pengobatan ini hingga tuntas untuk memaksimalkan proses penyembuhan.
Pada perempuan, TBC genital biasanya memengaruhi saluran tuba yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran tuba. Bila gejala TBC dapat didiagnosis dan diobati lebih awal, maka kerusakan pada rahim atau tuba falopi lebih mungkin untuk disembuhkan.
Baca Juga: Ratusan Calon Jamaah Korban Penipuan Abu Tour Lapor Bareskrim
Namun, bila tidak ditangani dengan segera, bakteri TB yang telanjur menginfeksi tuba falopi, ovarium, maupun uterus dapat memicu pertumbuhan jaringan parut sehingga cenderung tidak bisa disembuhkan.
Ini sebabnya Anda mungkin disarankan untuk meminta alternatif pengobatan lain sebelum memulai pengobatan anti-TB. Sebab, konsumsi antibiotik TB saja tidak mampu memperbaiki tuba falopi yang rusak.
Hindari pula kontak seksual dengan penderita TB genital untuk mengurangi risiko TB genital. Segera periksakan kesehatan organ genital saat Anda mencurigai gejala TBC genital untuk membantu diagnosis dini perkembangan infeksi TB.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir