Suara.com - Berbahagialah perempuan yang gemar makan sayur dan buah, karena sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction menemukan bahwa perempuan yang memiliki kebiasaan mengonsumsi sayur dan buah lebih mungkin untuk mendapatkan kehamilan lebih cepat ketimbang mereka yang mengonsumsi makanan cepat saji.
"Temuan menunjukkan bahwa konsumsi makanan berkualitas meliputi buah dan meminimalkan konsumsi makanan cepat saji meningkatkan kesuburan dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk hamil," kata peneliti utama dari Adelaide University, Claire Roberts, dilansir Medical Daily.
Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti menganalisis diet 5.598 perempuan di Australia, Selandia Baru, Inggris, dan Irlandia. Mereka juga ditanyai berapa jumlah anak yang dimiliki dan rentang waktu yang dibutuhkan untuk hamil.
Peneliti menemukan, perempuan yang mengonsumsi buah kurang dari 1-3 kali sebulan membutuhkan waktu setengah bulan lebih lama untuk hamil bila dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi buah 3 kali atau lebih sehari dalam sebulan.
Selain itu peneliti juga menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji jelang pembuahan dapat menunda waktu perempuan untuk hamil. Perempuan yang mengonsumsi makanan cepat saji empat kali atau lebih dalam seminggu membutuhkan waktu hampir satu bulan lebih lama untuk hamil jika dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi makanan cepat saji.
Makanan cepat saji ini termasuk burger, pizza, ayam goreng dan keripik. Menurut peneliti, kandungan phthalates yang sering ditemukan dalam makanan cepat saji dapat memiliki efek buruk pada kesuburan kaum hawa.
Sayangnya temuan ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut karena terbatasnya metode pengumpulan data. Alasannya, peneliti tidak memasukkan gaya hidup laki-laki dalam penelitian ini. Padahal gangguan kesuburan tidak hanya tanggung jawab perempuan, tapi juga laki-laki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius