Suara.com - Buah dan sayur dikenal sebagai makanan yang kaya nutrisi, namun siapa yang menyangka bahwa keduanya bila dimakan begitu saja tanpa diolah bisa menangkal depresi.
Ya, sebuah penelitian terkini mengungkap bagaimana depresi bisa dicegah dengan cara sederhana, yakni mengonsumsi buah dan sayuran segar. Menurut peneliti dari University of Otago di Selandia Baru, konsumsi sayur dan buah-buahan segar lebih baik daripada yang dimasak atau dikalengkan.
"Penelitian kami telah menyoroti bahwa konsumsi buah dan sayuran di negara mereka yang 'tidak dimodifikasi' lebih kuat terkait dengan kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan dengan buah atau sayuran yang dimasak, dikalangan, atau diproses," ujar peneliti utama Kate Brookie dilansir Nypost.
Lebih lanjut ia menjelaskan, hal ini mungkin karena proses memasak dan mengolah buah dan sayuran dapat mengurangi jumlah nutrisi sehingga ketika mengonsumsinya, kita tidak mendapatkan manfaat penuh.
Untuk mendapatkan temuan ini, lebih dari 400 orang berusia antara 18 hingga 24 tahun dari Selandia Baru dan Amerika Serikat dianalisis. Mereka disurvei berapa banyak sayuran dan buah yang dikonsumsi dan bagaimana cara mereka mengolahnya.
"Penelitian kami menemukan, responden yang mengonsumsi buah dan sayuran mentah lebih rendah tingkat depresi yang dirasakannya serta mengalami peningkatan suasana hati yang positif dan kepuasan hidup dibandingkan yang mengonsumsi sayur dan buah yang matang atau diolah," tambah dia.
Jenis sayur dan buah terbaik untuk dikonsumsi demi meningkatkan kesehatan mental antara lain wortel, pisang, apel, sayuran hijau gelap seperti bayam, jeruk bali, selada, buah jeruk, timun dan buah kiwi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter