Suara.com - Puasa bukan menjadi halangan bagi Melanie Putria untuk menjalani gaya hidup sehat.
Menurut perempuan bernama lengkap Melanie Putria Dewita Sari yang didapuk sebagai Puteri Indonesia 2002, ada berbagai macam jenis olahraga intensitas ringan yang bisa dilakukan selama Ramadan.
"Jangan sampai puasa jadi alasan tidak berolahraga. Aku menganjurkan olahraga setelah solat subuh jalan santai keliling komplek atau stretching," ujarnya di sela-sela temu media di Jakarta, Selasa (15/5/2018).
Untuk pemilihan waktunya, Melanie mengatakan, sore hari sekitar satu jam sebelum berbuka puasa merupakan waktu yang tepat berolahraga selama ramadan. Alasannya, ketika tubuh kelelahan maka waktu berbuka sudah dekat.
"Kalau untuk sore hari satu jam sebelum berbuka itu momen tepat, karena setelah capek langsung buka. Tapi biasanya jadi terhalang karena banyak acara buka puasa di luar," tambah dia.
Menjalani olahraga selama Ramadan, kata Melanie, bisa menyeimbangkan pola makan berlebih yang biasa terjadi saat berbuka. Seperti kita tahu, setelah seharian berpuasa, orang menjadi lapar mata dan cenderung melahap semua makanan saat berbuka.
"Itu sebabnya banyak yang justru berat badannya naik setelah sebulan puasa, karena input lebih banyak daripada output-nya. Apalagi Ramadan jadi alasan malas bergerak. Jadi, hal ini bisa dihindari dengan tetap aktif selama berpuasa asal tidak mengganggu ibadah kita," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh