2. Salah ukuran bra
Mengenakan bra yang salah bisa membuat kulit iritasi dan membuat Anda merasa tidak nyaman sepanjang hari. Jika Anda menemukan garis merah di bawah payudara atau lekukan di mana tali bahu terpasang, kemungkinan bra yang Anda kenakan salah ukuran.
"Jika bra terlalu ketat dapat membuat tekanan pada saraf, otot dan pembuluh darah di sekitar bahu, punggung bagian atas, dan tulang rusuk, yang menyebabkan rasa sakit hingga nyeri kepala," kata Sammy Margo juru bicara untuk Chartered Society of Physiotherapy di Inggris.
3. Celana dalam thong
Celana dalam model ini identik dengan bentuk tali di bagian yang menutupi vagina. Meski dianggap pakaian dalam yang seksi, celana model thong justru menempatkan si pemakai pada risiko infeksi saluran kemih maupun vagina.
"Thong cenderung menyebabkan gesekan sehingga dapat memicu luka kecil di sekitar vulva dan klitoris yang menjadi gerbang untuk infeksi bakteri," ujar Dr Adelaide Nardone, seorang obgyn di Providence, Rhode Island.
Dalam kasus seperti itu, para ahli merekomendasikan Anda memakai celana dalam yang terbuat dari bahan katun karena cenderung lebih nyaman untuk kulit dan tidak memicu gesekan.
4. Shapewear
Baca Juga: Paparan Radiasi Ponsel Positif Sebabkan Gangguan Kesehatan Anak
Produk ini dirancang untuk membentuk siluet tubuh agar lebih proporsional dengan cara memberikan efek merampingkan, menaikkan, dan menekan pada bagian yang Anda inginkan. Itu sebabnya shapewear kerap dikenakan ketika kaum hawa menggunakan dress sehingga membentuk siluet tubuh yang sempurna.
Namun karena penekanan di bagian perut, pakaian dalam ini bisa menyebabkan sindrom iritasi usus hingga kenaikan asam lambung atau juga disebut gerd.
"Shapewear menekan perut Anda, sehingga asam bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan refluks dan rasa mulas," kata Dr Keri Peterson, seorang dokter di Lenox Hill Hospital di NYC.
Mengenakan shapewear terlalu sering, kata Peterson, juga dapat menyebabkan stres bagi orang yang rentan terhadap inkontinensia urin. Namun, Peterson mengatakan, shapewear aman digunakan untuk acara-acara khusus. Sebagian besar efeknya juga bersifat sementara.
"Anda harus menghindari penggunaannya jika sedang mengalami gerd karena dikhawatirkan refluks asamnya membakar kerongkongan Anda," tandas Peterson.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua