Suara.com - Hati-hati bagi Anda yang lebih memilih menelan obat tanpa minum air putih, karena bisa membahayakan kesehatan.
Ya, sebagian orang memang ada yang mengonsumsi obat-obatan tanpa minum air putih. Mereka kerap menggunakan pisang atau langsung menelan butiran obat ke saluran tenggorokan.
Namun tahukah Anda bahwa kebiasaan ini bisa berakibat fatal? Seperti dilansir laman Times of India, menelan pil tanpa air dapat menyebabkan kerusakan pada kerongkongan Anda. Hal ini karena pil atau tablet bisa menyebabkan robekan kecil saat melewati tenggorokan.
Selain itu mengonsumsi pil tanpa air juga dapat menyebabkan iritasi dan peradangan di kerongkongan. Jika hal ini terus menerus dilakukan, maka Anda akan berisiko mengalami nyeri ulu hati bahkan perdarahan.
Kerongkongan yang tidak memiliki saraf membuat Anda tak bisa merasakan secara langsung nyeri di bagian tubuh tersebut. Esofagus sendiri terdiri dari jaringan halus dan dapat rusak jika pil tersumbat di dalamnya.
Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi berat dan perdarahan yang menyakitkan.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Turkish Journal of Gastroenterology menemukan bahwa setiap jenis obat dapat menyebabkan luka di kerongkongan. Bahkan vitamin C yang dikonsumsi dengan cara di kunyah dapat menyebabkan masalah.
Oleh karena itu, lebih baik Anda menelan obat dengan air atau melarutkannya dalam ludah terlebih dahulu kemudian menelannya. Pastikan pula Anda menelan pil sambil berdiri atau duduk dan jangan pernah melakukannya sambil berbaring.
Baca Juga: Mau Main Skateboard dengan Benar, Yuk Gabung di Komunitas Boper!
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius