Suara.com - Sudah banyak penelitian yang menemukan bahwa sejumlah tanaman dan herbal tertentu dapat menjadi obat ataupun penangkal penyakit. Salah satunya adalah daun jambu biji. Selain punya kemampuan untuk mengobati diare, daun jambu biji juga dapat membantu penurunan berat badan, mengurangi peradangan gusi, menurunkan kolesterol, mencegah beberapa jenis kanker seperti kanker lambung dan kanker prostat, serta yang terbaru adalah mengobati diabetes dan membantu mengelola gejalanya.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition & Metabolism ini menunjukkan bahwa daun jambu biji dapat mengobati diabetes dengan mengurangi kadar gula darah. Studi lebih lanjut menjelaskan bahwa daun jambu biji dapat mengurangi kerja enzim yang dikenal sebagai Alpha-glukosidase, yang bertanggung jawab mengubah makanan menjadi glukosa dalam darah, sehingga mengurangi kadar gula darah.
Lalu, bagaimana cara kerjanya? Sebanyak 4-5 lembar daun jambu biji segar yang sudah dicuci hingga bersih, dimasak bersama air hingga mendidih. Setelah air mendidih selama 5 menit, tuang air ke dalam gelas dan siap diminum. Air rebusan daun jambu biji ini bisa dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang kita makan, sehingga dapat membantu mengurangi kadar gula darah yang biasanya meningkat setelah kita mengonsumsi makanan. Atau, Anda juga dapat mengunyah daun jambu biji yang sudah dibersihkan secara langsung.
Daun jambu biji bahkan disebut sebagai obat diabetes alami dan nol efek samping. Namun, pastikan Anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk mencoba pengobatan alternatif ini. Terutama jika Anda sedang hamil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat