Suara.com - Krisis iklim kini semakin mengancam kesehatan perempuan dan anak-anak. Cuaca ekstrem, bencana ekologis, hingga memburuknya kualitas lingkungan membuat kelompok rentan menghadapi risiko kesehatan yang semakin tinggi di tengah lemahnya akses informasi dan dukungan sosial.
Meskipun memegang tanggung jawab yang besar dalam menjaga kesehatan keluarga, perempuan sering kali terpinggirkan dan tidak menjadi prioritas dalam akses kesehatan.
Tak hanya itu, perempuan juga menjadi kelompok paling rentan saat bencana terjadi. Dilansir dari CARE Indonesia pada 7 Mei 2026 yang mengutip data BNPB, perempuan memiliki risiko 14 kali lebih besar menjadi korban bencana dibandingkan laki-laki.
Situasi tersebut mendorong lahirnya penelitian kolaboratif antara Universitas Indonesia, Monash University, dan The University of Melbourne yang menyoroti pentingnya menempatkan perempuan sebagai garda terdepan dalam menghadapi krisis iklim. Peneliti utama dari UI, Dr. Ns. Suryane Sulistiana Susanti, menegaskan bahwa krisis iklim kini telah memasuki tahap darurat.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa karakteristik dampak krisis iklim sangat bergantung pada kondisi geografis suatu wilayah.
“Penelitian kami menemukan bahwa wilayah seperti Marunda dan Pekalongan kerap menghadapi banjir, sementara daerah di Indonesia timur lebih rentan terhadap kekeringan. Setiap wilayah membawa tantangan kesehatan yang berbeda, dan dampaknya sangat nyata, terutama bagi kelompok rentan,” ucap Dr. Suryane.
Meskipun memegang tanggung jawab yang besar dalam menjaga kesehatan keluarga, perempuan sering kali terpinggirkan dan tidak menjadi prioritas dalam akses kesehatan.
Urgensi Kolaborasi Lintas Sektor
Melihat kondisi tersebut, Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Anas Ma'ruf, menyatakan bahwa ketahanan sektor kesehatan harus diperketat melalui kerja sama berbagai pihak.
Baca Juga: Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
“Selama ini sektor kesehatan kerap diposisikan hanya pada aspek adaptasi, padahal sektor ini juga memiliki peran penting dalam mitigasi. Oleh karena itu, penguatan sistem kesehatan, mulai dari fasilitas layanan hingga intervensi di tingkat desa menjadi kunci untuk menghadapi dampak perubahan iklim secara berkelanjutan,” tegas dr. Anas.
Dokter sekaligus praktisi Spesial Kesehatan Masyarakat dan Health & Wellbeing Partner AMAN Solution, Dr. Samuel J. Olam, menekankan pentingnya aksesibilitas perawatan kesehatan secara menyeluruh dan tepat sasaran. Terutama, pada kelompok rentan, seperti anak-anak dan perempuan melalui kolaborasi lintas sektor.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat