Health / Konsultasi
Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB
Potret Ibu & Anak (Pexels/Irwan Zahuri)

Suara.com - Krisis iklim kini semakin mengancam kesehatan perempuan dan anak-anak. Cuaca ekstrem, bencana ekologis, hingga memburuknya kualitas lingkungan membuat kelompok rentan menghadapi risiko kesehatan yang semakin tinggi di tengah lemahnya akses informasi dan dukungan sosial.

Meskipun memegang tanggung jawab yang besar dalam menjaga kesehatan keluarga, perempuan sering kali terpinggirkan dan tidak menjadi prioritas dalam akses kesehatan. 

Tak hanya itu, perempuan juga menjadi kelompok paling rentan saat bencana terjadi. Dilansir dari CARE Indonesia pada 7 Mei 2026 yang mengutip data BNPB, perempuan memiliki risiko 14 kali lebih besar menjadi korban bencana dibandingkan laki-laki.

Situasi tersebut mendorong lahirnya penelitian kolaboratif antara Universitas Indonesia, Monash University, dan The University of Melbourne yang menyoroti pentingnya menempatkan perempuan sebagai garda terdepan dalam menghadapi krisis iklim. Peneliti utama dari UI, Dr. Ns. Suryane Sulistiana Susanti, menegaskan bahwa krisis iklim kini telah memasuki tahap darurat.

Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa karakteristik dampak krisis iklim sangat bergantung pada kondisi geografis suatu wilayah. 

“Penelitian kami menemukan bahwa wilayah seperti Marunda dan Pekalongan kerap menghadapi banjir, sementara daerah di Indonesia timur lebih rentan terhadap kekeringan. Setiap wilayah membawa tantangan kesehatan yang berbeda, dan dampaknya sangat nyata, terutama bagi kelompok rentan,” ucap Dr. Suryane. 

Meskipun memegang tanggung jawab yang besar dalam menjaga kesehatan keluarga, perempuan sering kali terpinggirkan dan tidak menjadi prioritas dalam akses kesehatan. 

Urgensi Kolaborasi Lintas Sektor 

Melihat kondisi tersebut, Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Anas Ma'ruf, menyatakan bahwa ketahanan sektor kesehatan harus diperketat melalui kerja sama berbagai pihak. 

Baca Juga: Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

“Selama ini sektor kesehatan kerap diposisikan hanya pada aspek adaptasi, padahal sektor ini juga memiliki peran penting dalam mitigasi. Oleh karena itu, penguatan sistem kesehatan, mulai dari fasilitas layanan hingga intervensi di tingkat desa menjadi kunci untuk menghadapi dampak perubahan iklim secara berkelanjutan,” tegas dr. Anas.

Dokter sekaligus praktisi Spesial Kesehatan Masyarakat dan Health & Wellbeing Partner AMAN Solution, Dr. Samuel J. Olam, menekankan pentingnya aksesibilitas perawatan kesehatan secara menyeluruh dan tepat sasaran. Terutama, pada kelompok rentan, seperti anak-anak dan perempuan melalui kolaborasi lintas sektor. 

Penulis: Natasha Suhendra

Load More