- Alergi pada anak, seperti alergi susu sapi, dapat mengganggu tumbuh kembang jika tidak segera dideteksi sejak dini.
- Kalbe Nutritionals menyediakan layanan digital Allergy Smart Solution untuk memetakan risiko alergi anak melalui riwayat kesehatan keluarga.
- Pemberian nutrisi alternatif seperti Morinaga Soya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sensitif susu sapi agar tetap optimal.
Suara.com - Alergi pada anak sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup si kecil sejak usia dini, mulai dari gangguan pencernaan, ruam pada kulit, hingga masalah tumbuh kembang apabila tidak ditangani dengan tepat.
Sayangnya, banyak orang tua masih kesulitan membedakan mana reaksi alergi dan mana keluhan biasa yang akan hilang seiring waktu. Di sinilah pentingnya kepekaan orang tua, terutama ibu, dalam mengenali perubahan kecil pada tubuh anak.
Sebab, tanda alergi sering muncul lewat gejala ringan yang berulang, seperti kulit kemerahan, gatal, muntah, diare, perut kembung, atau anak menjadi lebih rewel setelah mengonsumsi makanan tertentu.
Dokter spesialis anak, Ian Suteja, menegaskan bahwa insting ibu bukanlah bentuk kekhawatiran berlebihan. Dalam kontennya di TikTok, ia menjelaskan bahwa pengamatan ibu terhadap kondisi anak justru menjadi sinyal penting yang perlu divalidasi lebih lanjut.
“Pengamatan Bunda bukan sekadar kecemasan berlebihan, melainkan sinyal penting yang perlu ditindaklanjuti dengan validasi yang tepat,” jelas dr. Ian Suteja.
Mengapa Deteksi Dini Alergi Sangat Penting?
Salah satu alergi yang cukup sering terjadi pada anak usia awal kehidupan adalah Alergi Susu Sapi (ASS). Kondisi ini muncul ketika sistem imun anak bereaksi terhadap protein dalam susu sapi. Gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap anak, mulai dari gangguan kulit hingga masalah saluran cerna.
Karena gejalanya kerap menyerupai keluhan umum pada bayi dan balita, banyak kasus alergi baru disadari setelah kondisinya semakin berat. Padahal, deteksi sejak awal dapat membantu orang tua mengambil langkah yang lebih tepat, terutama terkait pemilihan nutrisi dan konsultasi medis.
Deteksi dini membantu orang tua untuk:
Baca Juga: Jessica Iskandar Tumbang Usai Santap Makanan Mentah, Vincent Verhaag Ungkap Kronologinya
- Mengenali tanda awal alergi sebelum kondisi memburuk
- Memahami faktor risiko berdasarkan riwayat keluarga
- Menentukan pilihan nutrisi yang lebih aman bagi anak
- Memiliki landasan data sebelum berkonsultasi dengan dokter
- Mempersiapkan langkah pencegahan sejak masa kehamilan
Kini Cek Risiko Alergi Anak Bisa Dilakukan dalam 3 Menit
Perkembangan teknologi membuat proses deteksi awal alergi menjadi lebih praktis. Melalui Allergy Smart Solution dari Kalbe Nutritionals dan Morinaga Soya, orang tua kini bisa melakukan pengecekan risiko alergi anak secara digital hanya lewat smartphone.
Layanan ini dapat diakses melalui Allergy Smart Solution dengan proses yang sederhana. Orang tua hanya perlu mengisi data diri dan riwayat alergi keluarga, mulai dari ayah, ibu, hingga saudara kandung. Dalam waktu sekitar tiga menit, sistem akan memberikan gambaran risiko alergi anak berdasarkan faktor genetika.
Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, menjelaskan bahwa pemetaan riwayat keluarga menjadi langkah penting dalam mengenali potensi alergi sejak dini.
“Deteksi dini melalui pemetaan riwayat keluarga adalah kunci utama dalam menangani risiko alergi. Allergy Smart Solution kami hadirkan agar setiap orang tua memiliki gambaran yang lebih jelas tentang kondisi anaknya," jelas dr. Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K.
Dengan hasil yang lebih terarah, kata dia orang tua dapat mengambil keputusan nutrisi yang lebih tepat dan merasa lebih percaya diri saat berkonsultasi lebih lanjut dengan tenaga medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat