Suara.com - Manfaat ASI eksklusif bagi tumbuh kembang bayi dan ibu tak perlu diragukan lagi, mulai dari mencegah risiko kanker payudara, kanker rahim hingga penyakit lain, tapi sayangnya, kata Menkes Nila F Moeloek, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebesar 50 persen.
Lantas, apa penyebabnya? Menkes Nila F Moeloek mengungkapkan ada banyak penyebab, salah satunya masih kurangnya para ibu mendapat edukasi tentang pentingnya memberi ASI eksklusif.
"Kalau perempuan pandai dia akan memberikan ASI, tapi kalau dia kurang edukasi, maka dia tidak tahu pentingnya memberikan ASI eksklusif," ujar Menkes Nila di sela-sela temu media Pekan ASI Sedunia di Jakarta, Senin (20/8/2018).
Hambatan lainnya, kata Menkes Nila, berasal dari fasilitas kesehatan. Masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas yang dititipi pesan sponsor, yakni susu formula sehingga membuat para ibu kurang mendapat edukasi yang tepat soal inisiasi menyusui dini dan pemberian ASI eksklusif.
Untuk menanggulangi hal ini, Kemenkes menyerukan upaya akreditasi bagi fasyankes seperti rumah sakit. Untuk mendapat akreditasi, maka salah satu indikatornya adalah pemberian ASI eksklusif yang tinggi di rumah sakit tersebut.
"Kemenkes upayanya di akreditasi. Akreditasi fasyankes salah satunya harus mencapai langkah keberhasilan menyusui. Kalau upaya ini tidak tercapai maka dia tidak akan dapat akreditasi," tambah Menkes Nila.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat membeberkan dari 2700 rumah sakit yang ada, baru 80 persen yang mendapat akreditasi paripurna atau mencapai keberhasilan pemberian ASI eksklusif yang tinggi. Itu sebabnya pihaknya gencar menyosialisasikan pemberian ASI eksklusif di kalangan tenaga kesehatan sehingga nantinya mereka siap memberi konseling pada ibu menyusui.
"Kami upayakan untuk modul pelatihan dan standar di rumah sakit bisa kita dorong mengadopsi rekomendasi tersebut. Sehingga puskesmas dan rumah sakit siap memberi konseling dan semakin banyak ibu yang memberi ASI eksklusif," tambah dia.
Selain itu masih terbatasnya ruang laktasi di gedung perkantoran dan ruang publik juga menjadi tantangan lain bagi ibu menyusui untuk memberikan hak bayinya. Padahal sudah ada aturan yang mewajibkan perusahaan menyediakan ruang laktasi bagi pekerja perempuan yang menyusui.
Baca Juga: Keju Tertua di Dunia Diklaim Ditemukan di Mesir
Itulah berbagai hambatan yang masih banyak terjadi di Indonesia yang menyebabkan cakupan ASI eksklusif Indonesia, kata Menkes Nila F Moeloek, masih rendah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit